Diary Ramadhan: Ketika Berpuasa dalam Keterbatasan

Bulan ramadhan ini sangat berbeda dengan bulan ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Ada perasaan lebih berat, namun jika diselami kondisi tersebut merupakan berkah dan peringatan bagi kami berdua untuk lebih bersyukur. Di balik keterbatasan ada sesuatu yang berharga, yaitu menikmati masa-masa tersebut dengan ikhlas sehingga bersyukur berlipat-lipat ketika kondisi tersebut mulai berlalu.

Sebuah pertanda membuat kami was-was sejak pertengahan April lalu. Hujan deras berkepanjangan membuat kamar tengah bocor. Lalu plafon itu tidak kuat menerima tekanan air dari atas. Sebuah papan pun terlepas menyusul sebuah genting pun jatuh. Air kemudian meluber membuat kami berdua kerja bakti menampung air dan membuangnya. Alarm merah telah menyala.

Kami memeriksa genting di atas. Rupanya ada bagian jaringan penyangga atap yang lapuk. Genting-genting itu siap jatuh. Jika penyangga dan plafon itu tidak kuat lagi menahan beban, rumah kami akan roboh. Ya, tetangga kami telah mengalaminya. Gara-garanya serangan rayap putih yang ganas, juga kualitas rumah kompleks yang dipertanyakan. Kami masih beruntung sudah mulai waspada, tetangga kami yang tidak tahu kondisi rumahnya telah bermasalah, mengalami musibah dengan genting yang menimpa putrinya saat terlelap.

Singkat cerita kami pun menghubungi kawan yang berprofesi sebagai arsitek dan memiliki anak buah buruh bangunan. Kami pun memutuskan untuk segera pindah. Sayangnya kami tidak berhasil mendapatkan kontrakan dekat rumah, karena biaya sewanya yang sangat tinggi. Akhirnya kami harus puas dengan rumah petak.

Biaya renovasi sangat menguras tabungan. Kami berdua was-was akankah tabungan kami cukup untuk memperbaiki rumah kami. Rumah kami telah roboh separuhnya. Aku menahan-nahan tangis dan suamiku menguatkanku.

Selama sebulan kami mulai beradaptasi dengan rumah dan lingkungan baru. Tetangga kami berbeda, kondisi dalam rumah juga sangat berbeda. Ada yang berprofesi sebagai satpam, bekerja di toko dan sebagainya.

Dalam rumah tidak ada kulkas, tidak ada wastafel untuk cuci piring, dan ruangan pun terbatas. Kami tidur di kasur gulung yang tipis. Hawa begitu panas gerah di dalam rumah karena menggunakan asbes. Terkadang aku ingin mengeluh dengan kondisi ini, suamiku pun menghiburku.

Ramadhan Penuh Berkah Bersama Abutours & Travel
Di tengah keterbatasan, ada berkah. Dalam kondisi serba terbatas ini aku merasa mendapat berkah ramadhan dengan cara berbeda. Hei bukankah aku pernah mengalami kondisi ini, merasai kos-kosan di Surabaya yang beratap asbes dan fasilitas terbatas seperti ini? Kami juga memulai hidup kami dengan kondisi terbatas hingga tidur di tumpukan selimut? Kenapa kami sekarang mengeluh, apakah kami berdua telah berubah?

Aku tersentak. Bertahun-tahun ini aku tak menyadari telah menjadi sosok yang berbeda.

Berkah pertama yang kuperoleh adalah kembali berempati. Aku bayangkan diriku adalah mereka yang tinggal di rumah susun, berdesakan di ruangan yang terbatas, atau mereka yang tengah berjuang untuk kondisi yang lebih baik tapi harus puas terlebih dulu dengan gaji saat ini. Rasa simpati dan empatiku kembali hadir. Aku jadi lebih bersikap menghargai para pramuniaga, para satpam, para pedagang keliling, para buruh bangunan dan lainnya.

Wajah-wajah ceria menghiasi anak-anak yang tinggal di rumah petak. Kaum dewasanya juga nampak tentram. Mereka bersyukur dengan kondisi tersebut, masih ada yang lebih di bawah, tidak punya tempat tinggal, terlunta-lunta di jalanan.

Berkah kedua adalah berupaya hidup cukup dan tidak berlebihan. Oleh karena di tempat tinggal kami tidak ada kulkas juga lembab panas maka kami tidak bisa menyimpan banyak bahan makanan. Sayuran sulit disimpan, apalagi ikan. Oleh karenanya kami berupaya membeli sesuatu tidak berlebihan.

Tantangannya adalah saat berpuasa, terkadang mata ingin ini dan itu, serta ingin selalu minum es. Tapi karena kami tidak bisa menyimpan makanan, maka kami pun sudah puas dengan minum teh hangat untuk takjil, dan sesekali saja membeli es degan.

Berkah ketiga terkait dengan produktivitas menulis. Karena hawa begitu panas di dalam rumah meski sudah menggunakan kipas angin, saya sulit untuk tidur. Maka waktu-waktu ketika terjaga saya gunakan untuk menulis. Jika biasanya saya hanya bisa menulis satu artikel per hari maka saat kesusahan tidur ini saya bisa menulis hingga 3-4 artikel/hari.

Dua bulan tinggal di rumah petak memberikan saya banyak pelajaran. Ketika akhirnya saya kembali ke rumah, saya merasa ada suatu akar yang tercerabut. Saya merasa sedih ketika kucing-kucing yang biasa menemani saya di rumah petak mengantarkan saya hingga ke mulut gang. Keempat kucing, Do, Re, Mi, Fa membuat saya terhibur selama tinggal di sana.

Kucing-kucing ini membuatku terhibur

Kami sadar bahwa kondisi yang menimpa kami merupakan batu ujian. Siapa tahu hal tersebut merupakan tahapan kenaikan spiritual dan jika kami mendekatkan diri kepada Tuhan seraya berbuat baik kepada sesama, maka kami dapat melakukan ibadah umroh atau dua-duanya, haji umroh. Saya beberapa kali mendengar cerita tetangga atau rekan kerja yang melakukan umroh Ramadhan. Menurut mereka, meski bulan puasa, peminat daftar umroh pada bulan suci tersebut sangat banyak, bahkan ada yang tidak mempedulikan biaya umroh saat itu sedang tinggi atau normal. Salah satu travel umroh yang menyediakan umroh murah adalah Abutours & Travel.

Hemmm kapan ya bisa umroh bareng pasangan? Atau mungkin aku harus meningkatkan spiritualis kepada Tuhan, sesama dan alam. #LebihDariSekedarNikmatnyaIbadah dan #SemuaBisaUmroh

NB: Penulis sedang mengikuti Blog Contest Ramadhan  Bersama Abutours & Travel

Gambar cover dari shutterstock, gambar bawah milik Abu Tours ID

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 23, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: