Obesitas

Akhir-akhir ini beberapa rekanku giat berolah raga. Ada yang memilih berlatih bulu tangkis, tenis meja, ada juga yang memilih berjalan sebanyak 10 ribu langkah. Pasangan juga mulai aktif kembali berlatih di gym yang disediakan cuma-cuma di kantornya. Aku jadi terpengaruh dan mulai mencoba untuk bergerak selama tigapuluh menit sehari.

Diet. Satu kata ini membuat banyak perubahan. Seorang kawanku giat melakukan diet dengan berhenti menyantap nasi sama sekali. Ia berhasil menurunkan sekitar delapan kilogram selama sebulan. Tapi ketika ia berhenti melakukannya maka berat badannya kembali naik.

Kawanku yang terpengaruh dengan keberhasilan kawanku itu ikut-ikutan menyetop makan nasi. Ia menambahkannya dengan berolah raga dengan sepuluh ribu langkah perharinya. Ia berhasil menurunkan berat badannya empat kilogram selama dua minggu.

Taha yang tergiur dengan keberhasilan itu pun mulai berhenti makan nasi. Tapi ia hanya mampu seminggu. Setelahnya ia kembali makan apa saja.

Kawan-kawanku lainnya menjalankan diet dengan cara masing-masing. Ada yang hanya makan berat satu kali sehari. Ada pula yang memilih menyeruput air rebusan serai wangi dan jeruk nipis. Aku sendiri tak punya pantangan, hanya mencoba lebih rajin menyantap oatmeal, buah, dan berlatih selama 30 menit sehari. Itupun masih banyak bolongnya.

Diet itu membosankan. Kawanku lainnya berpendapat berbeda. Baginya yang penting berolah raga. Makanan penting bagi tubuh sehingga jangan sampai berhenti menyantap karbohidrat sama sekali karena karbohidrat merupakan sumber energi. Nasi bisa diganti oatmeal atau beras merah yang lebih kaya serat, tapi jangan sampai benar-benar berhenti menyantapnya demi tujuan agar badan ramping. Menyantap sayuran atau buah saja sebenarnya juga kurang cukup bagi tubuh, kecuali untuk tujuan detoks.

Menurutku untuk makanan aku lebih percaya kepada ahli gizi. Kebutuhan energi tiap orang berbeda bergantung pada kegiatan dan kondisi tubuh. Tapi memang mengatur pola makan dan berolah raga itu perlu agar terhindar dari obesitas.

Apa sih obesitas? Bahasa awamnya adalah kelebihan berat badan.

Dulu anak kecil gendut dianggap lucu menggemaskan. Tapi kelebihan berat badan itu ternyata tidak sehat. Ada banyak penyakit yang mengancam, ya selain badan jadi terasa berat.

Obesitas ini dianggap imbas dari gaya hidup masa kini yang inginnya mudah dan instan. Ssst….perkembangan obesitas memprihatinkan. Menurut Kompas yang dirilis tahun 2018, seperempat warga dunia bisa mengalami obesitas pada tahun 2045. Wah seram juga ya.

Negara Timur Tengah yang paling banyak memiliki penduduk dengan kelebihan berat badan. Mungkin hal ini dikarenakan mereka makmur dan banyak yang kaya raya sehingga enggan bergerak. Nomor 1-5 negara paling besar jumlah warga kelebihan berat badan adalah Kuwait, Arab Saudi, Mesir, Yordania, dan Uni Emirat Arab. Kemudian pada urutan 6-8 adalah Afrika Selatan, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia memang lolos dari 10 besar. Tapi bukan berarti obesitas bukanlah masalah. Jumlah mereka yang mengalami obesitas ini terus meningkat. Jumlah 15,4 persen pada tahun 2018 dari total penduduk 265 juta. Ini berarti ada sekitar 40 juta penduduk yang mengalami kelebihan berat badan.

Ada tiga provinsi yang angkanya memprihatinkan. Yang pertama adalah Sulawesi Utara dengan 24 persen. Lalu disusul Gorontalo pada angka 21 persen dan DKI Jakarta yaitu 20,8 persen. Wah ini jelas PR besar.

Mengapa angka obesitas ini perlu diturunkan? Oleh karena mereka yang mengalami obesitas rawan penyakit karena gaya hidup seperti stroke, kolesterol tinggi, jantung, dan diabetes. Obat dan perawatan penyakit tersebut mahal, dan tentunya tidak ada yang ingin mengidapnya, bukan?!

Yuk bukan waktunya lagi mager. Mumpung masih awal tahun tetapkan tahun ini untuk memulai kebiasaan mengatur pola makan sesuai kebutuhan dan berolah raga. Olah raga ringan seperti senam dan berjalan kaki patut dicoba. Oleh karena kebiasaan dimulai dari hal-hal kecil yang rutin.

Gambar: hellosehat dan pixabay

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Februari 6, 2019.

2 Tanggapan to “Obesitas”

  1. Sy juga lagi bergumul dg berat badan ni. Mkanya slh satu resolusi sy thn ini adlh aktif berolahraga. Dan sy sdh mulai main bulu tangkis. Hnya saja mslh pola makan ternyata sy msh belum berhasil.

    Trims utk artikel2 Anda yg sllu berguna.

Tinggalkan Balasan ke Desfortin Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: