Keranjingan Gim

Dua bulan terakhir aku doyan banget main gim daring. Ini didukung juga gara-gara aku susah tidur gara-gara batuk yang belum kunjung sembuh. Yang parah kadang-kadang aku main sampai dini hari. Akhirnya semalam aku hapus aplikasi mobile tersebut dari gawaiku.

Bermain game online atau gim daring memang menyenangkan. Jika bosan menunggu atau pikiran sedang penat maka bermain gim akan menghibur. Tapi ada kalanya tingkat permainan yang susah bikin penasaran untuk menyelesaikannya sehingga menguras waktu.

Aku akhir-akhir ini doyan bermain Solitaire atau yang juga disebut Patience. Hehehe permainan yang sederhana dan biasanya dimainkan di PC dekstop. Sekarang ada versi apps mobile-nya yang bisa diunduh via Android.

Aku suka menata dan berhitung, jadinya aku suka permainan ini. Ada lima permainan di dalam Microsoft Solitaire.

Yang pertama adalah Pyramid yang mengombinasikan dua kartu agar bernilai 13. Menurutku ini paling susah dan membosankan. Yang bikin jengkel seringkali gim ini tak terselesaikan meski aku beberapa kali ubah strategi.

Yang kedua adalah Spider Solitaire. Ini yang paling umum. Gimnya sederhana hanya mengurutkan dari kartu Raja hingga As. Yang paling susah jika ada dua jenis kartu yang harus diurutkan. Ini perlu fokus lebih.

Mirip dengan Spider adalah Klondike dan Free Cell. Sama-sama mengurutkan tapi caranya berbeda. Ada beberapa aturan yang membuat pergerakan jadi terbatas. Free Cell lebih susah dibandingkan dua temannya dan kadang-kadang juga tak terselesaikan.

Nah yang terakhir adalah favoritku yaitu Tri-Peaks. Cara permainannya mudah yaitu apabila keluar angka 5, misalnya, maka kita harus memilih angka satu di atas atau di bawahnya.

Yang bikin seru ada tantangan harian individu dan kompetisi yang bisa diikuti seluruh peserta. Aku beberapa kali meraih nilai sempurna dan ini yang bikin aku mulai merasa ini toksik.

Aku mulai kecanduan ikut kompetisi ini dan menyelesaikan tantangan hariannya. Padahal jika tantangannya berkelas ‘hard’ atau ‘expert’ maka seringkali tak bisa satu kali mencoba. Saat tak bisa lolos maka rasanya tak tenang. Ketika kulirik jam maka bisa dua jam aku hanya berkutat menyelesaikannya. Ini sudah tak benar.

Bahaya Kecanduan Game

Bermain gim memang menyenangkan. Namun, adakalanya menguras waktu. Yang paling gawat apabila mulai mencanduinya.

Dulu waktu aku kecil aku keranjingan main Nintendo dan Super Nintendo. Wah gara-gara penasaran dengan gim “The Legend of Zelda” dan “Ninja Gaiken”, aku sampai mimpi berada dalam gim ini. Untunglah tak sampai kecanduan dan saat SMP hingga kuliah aku tak pernah lagi keranjingan gim.

Aku mulai merasai tidak enak ketika keranjingan bermain Solitaire. Akhirnya kuhapus saja aplikasinya. Rupanya aku baik-baik saja.

Di luar sana ada banyak kasus kecanduan gim. WHO sampai menetapkan kecanduan game sebagai gangguan mental. Ada tiga hal yang bisa dijadikan pertanda kecanduan gim. Yaitu, mulai sulit mengendalikan diri bermain gim, menjadikan bermain gim prioritas dan tetap bermain gim meskipun tahu konsekuensi negatifnya. Biasanya kurun waktunya intensif hingga setahun agar dapat didiagnosa gangguan ini.

Oh ya gimnya bukan hanya game online. Gim yang ada di rumah seperti Play Station, Wii, juga termasuk.

Para pecandu gim ini bisa masuk ke rumah sakif gangguan mental. Aku tak tahu apakah rumah sakit adiksi internet juga menerimanya. Tapi di luar negeri mulai ada spesialis gangguan mental karena teknologi.

Bagaimana dengan di Indonesia? Kalau berseluncur di ranah maya terlihat bahwa ada beberapa kasus yang membuat pecandu game masuk RSJ Grogol.

Di sebuah acara pelatihan ilmiah, seorang dosen di Universitas Indonesia bercerita bahwa Psikologi UI mulai banyak menerima pasien mahasiswa dan mahasiswi yang mengeluh mulai kecanduan game online. Wah ini bisa jadi lampu merah ya agar menyukai sesuatu jangan sampai serba berlebihan.

Gambar forbes, pixabay, we need fun

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 15, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: