Menggosok Gigi Saat Berpuasa, Bolehkah?

Wah tak terasa sudah memasuki hari ke-9 Ramadan. Kalau aku sendiri ingin waktu berjalan lebih lambat, agar bulan Ramadan tak pergi begitu cepat. Omong-omong tentang aktivitas Ramadan biasanya selalu ada pertanyaan ini itu, termasuk tentang urusan menjaga kebersihan mulut seperti menggosok gigi.

Aku sendiri bukan ahli hukum agama. Kalau bersadarkan guru agamaku sih hukumnya sama dengan berkumur-kumur saat berpuasa, yaitu makruh, dimana kegiatan ini sebaiknya dihindari, tapi juga tidak dilarang. Namun, setelah kubaca dari berbagai sumber rupanya ada berbagai hukum tentang aktivitas ini, ada yang memperbolehkan alias mubah, makruh, dan ada juga yang mengatakan hal tersebut sebaiknya dihindari karena membatalkan puasa.

Dilandir dari NU Online, sebenarnya membersihkan tubuh, termasuk menggosok gigi adalah sesuatu yang dianjurkan. Bahkan, hukumnya sunnah. Kemudian ia menjadi aktivitas yang makruh karena rawan membatalkan puasa. Hal ini berkaitan dengan pelarangan memasukkan sesuatu ke dalam mulut saat berpuasa.

Apabila menggosok giginya tanpa pasta gigi maka tidak apa-apa. Tapi jika dengan pasta gigi dan pasta giginya atau bulu sikatnya tertelan maka puasanya dianggap batal.

Pendapat tentang menggosok gigi dengan pasta gigi itu sama dengan yang kubaca di web Dalam Islam, sebaiknya dihindari atau lebih berhati-hati agar pasta gigi tak tertelan. Pendapat lainnya ada yang memperbolehkan atau mubah karena Nabi Muhammad SAW suka akan kebersihan. Pendapat lain mengatakan itu adalah makruh terutama seusai Dhuhur karena rawan air yang digunakan untuk berkumur tertelan.

Berikut hadits yang kukutip dari NU Online tentang pendapat yang mengatakan bahwa kegiatan menggosok gigi dengan menggunakan sikat gigi dan pasta gigi sebaiknya dihindari karena rawan membatalkan puasa.

Imam Nawawi, dalam al-Majmu’, syarah al-Muhadzdzab menerangkan (dari NU Online):
لو استاك بسواك رطب فانفصل من رطوبته أو خشبه المتشعب شئ وابتلعه افطر بلا خلاف صرح به الفورانى وغيره
Artinya: “Jika ada orang yang memakai siwak basah. Kemudian airnya pisah dari siwak yang ia gunakan, atau cabang-cabang (bulu-bulu) kayunya itu lepas kemudian tertelan, maka puasanya batal tanpa ada perbedaan pendapat ulama”. Demikian diuraikan al-Faurani dan lainnya. (Abi Zakriya Muhyiddin bin Syaraf an-Nawawi, al-Majmu’, Maktabah al-Irsyad, Jeddah, juz 6, hal 343)

Sedangkan pendapat yang menyebutkan bahwa itu makruh kukutip dari web DalamIslam. Di situ disebutkan Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam Nihayatuz Zain mengutarkan:

“Hal yang makruh dalam puasa ada tiga belas. Salah satunya bersiwak setelah zhuhur,” (Nihayatuz Zein fi Irsyadil Mubtadi’in, cetakan Al-Maarif, halaman 195).

Namun, tentang apakah ibadah puasa diterima/tidaknya oleh Allah SWT sebenarnya merupakan hak prerogatif Allah, manusia hanya bisa melaksanakan perintah dan menjauhi hal yang  dilarang.

Gambar: pixabay

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 14, 2019.

Satu Tanggapan to “Menggosok Gigi Saat Berpuasa, Bolehkah?”

  1. Informatif sekali!!! Hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: