Mesin Pengendali Cuaca, Rekaan atau Nyata?

Bagaimana jika cuaca yang tak menentu saat ini dikendalikan oleh suatu organisasi. Hujan masih saja terjadi pada bulan Juli, seolah-olah sudah tak ada lagi batas musim kemarau dan musim hujan. Benarkah cuaca bisa dimanipulasi dan dikontrol?

Kabar akan mesin pengendali cuaca ini kubaca dari cerita dan film fiksi. Dalam buku “Fear” Michael Crichton menggambarkan negara-negara yang menggunakan mesin pengendali cuaca untuk mendapatkan keuntungan tertentu. Mereka memanipulasi cuaca dan kemudian meluncurkan senjata tertentu sehingga yang terjadi di negara sasaran adalah bencana alam karena anomali cuaca. Bahkan dalam buku tersebut disebutkan bisa jadi tsunami adalah hasil manipulasi. Entah apakah cerita itu hanya rekaan atau memang berdasar kisah nyata, namun jelas mesin pengendali cuaca akan mengerikan apabila disalahgunakan.

Buku lainnya yang mengupas tentang mesin pengendali cuaca adalah buku pengarang terkenal, Sidney Sheldon. Aku lupa judul bukunya. Di situ dikabarkan seorang pengusaha memiliki mesin tersebut dan ia meraih keuntungan berkat senjatanya tersebut.

Apa yang bisa dilakukan oleh mesin pengendali cuaca tersebut? Dalam sejumlah film dan karya fiksi ilmiah disebutkan mesin tersebut akan sangat berbahaya apabila jatuh ke tangan orang-orang yang memiliki jiwa oportunis.

Mesin tersebut sebenarnya akan bermanfaat apabila digunakan untuk kebaikan. Misalnya ada daerah yang sedang dilanda kekeringan maka mesin tersebut memanipulasinya agar ada hujan sesekali sehingga penduduk tersebut lahan pertaniannya tetap hidup. Sebaliknya daerah yang dilanda hujan deras berkepanjangan maka dimanipulasi agar hujan tersebut berhenti sehingga warga bisa mengungsi dan tidak terus-terusan dilanda banjir.

Akibat mengerikan apabila mesin pengendali cuaca jatuh ke organisasi yang memang berniat merusak alam untuk tujuan tertentu. Misalkan ia membenci negara A maka ia memanipulasi cuaca sehingga terjadi cuaca ekstrim di negara tersebut, bisa hujan es atau hawa panas yang sangat berkepanjangan. Di cerita fiksi disebutkan ia berniat menjual air ke negeri yang kekeringan tersebut. Bagi mereka air tentulah sangat berharga, lebih tinggi nilainya daripada emas berlian. Maka mereka melakukan apa saja untuk mendapatkan air agar tetap bisa hidup.

Sungguh mengerikan jika mesin tersebut betul-betul ada dan digunakan sebagai senjata. Mudah-mudahan cerita akan mesin pengendali cuaca ini hanyalah rekaan di dunia fiksi bukan di realitas.

Meskipun menumbuhkan ketakutan, dengan membaca buku-buku tersebut maka pembaca diingatkan bahwa betapa pentingnya alam lingkungan ini bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Kekeringan dan musim hujan sulit dipisahkan bagi negara tropis seperti di Indonesia. Namun waktu telah memberikan pengalaman dan pelajaran untuk memahami dan mengantisipasinya. Sudah belasan atau mungkin ratusan kali Indonesia mengalami banjir dimana-mana. Apabila tidak berbenah dan belajar dari sejarah, maka kejadian ini akan terus berulang.

Hujan, banjir, dan kekeringan ini adalah sebuah siklus yang sebenarnya bisa diputus. Seperti kisah Nabi Yusuf tentang masa subur dan masa paceklik, di mana kemudian ia memiliki strategi jitu untuk mengantisipasinya dan berhasil.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juli 7, 2019.

4 Tanggapan to “Mesin Pengendali Cuaca, Rekaan atau Nyata?”

  1. jadi ingat dulu sering baca buku konspirasi dunia, yang isinya demikian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: