Superhero dengan Tingkah Laku Kekanakan dalam “Shazam!”

Shazam di kalangan pecinta film superhero masa kini mungkin masihlah asing. Ia kalah pamor dengan Batman, Superman, Captain America, Iron Man, dan Hulk. Meskipun pada bulan April lalu ada film layar lebarnya, popularitasnya belum terangkat.

Padahal di masanya, sekitar tahun 1940-an, superhero bernama Shazam ini sangatlah populer, bahkan dianggap menyamai ketenaran Superman. Tapi namanya dulu bukan Shazam, melainkan Captain Marvel. Tapi karena nama tersebut kemudian telanjur melekat di tokoh superhero milik Marvel, akhirnya DC Comics menggantinya dengan Shazam.

Shazam ini pernah muncul dalam “Justice League”. Ia adalah superhero DC Comics yang unik seperti Green Lantern. Oleh karena mengandung sihir, ia kerap disandingkan dengan Doctor Strange dari Marvel. Di film “Shazam” kemampuannya belum banyak dieksplor, selain kuat, bisa terbang, tahan peluru, dapat mengeluarkan kilat, dan cepat. Apakah ia bisa melakukan sihir ini masih belum banyak diketahui di film.

Shazam menceritakan seorang bocah yatim bernama Billy Batson (Asher Angel) yang terobsesi menemukan ibunya. Saat masih kecil ia terpisah dari ibunya di sebuah keramaian. Ia merasa sangat menyesal dan beberapa kali melakukan kejahilan demi bertemu ibunya.

Ia telah beberapa kali ganti orang tua asuh. Akhirnya ia mendapat satu kesempatan lagi. Orang tua asuhnya kali ini memiliki lima anak asuh lainnya. Satu yang paling cerewet, Freddy (Jack Dylan Grazer) menjadi teman sekamarnya.

 

Di tempat lain seorang penyihir bernama Shazam (Djimon Hounsou) mulai kebingungan mencari penerusnya. Ia sudah tua dan lemah. Makhluk sihir nan jahat berupaya untuk kabur dan melakukan kejahatan.

Pada masa lalu ada seseorang yang terpengaruh oleh tekanan makhluk tersebut tapi ia mengusirnya. Kini pria tersebut sudah dewasa. Pria bernama Thaddeus Sivana (Mark Strong) terobsesi untuk kembali ke dunia sihir tersebut, membebaskan para makhluk sihir dan mendapatkan kekuatannya.

Sudah banyak manusia yang diuji oleh Shazam dan belum lolos. Kali ini giliran Billy yang diuji. Apakah ia layak menjadi Shazam?

Ceritanya mudah dicerna. Alur ceritanya juga mudah ditebak. Ini memang film cerita segala umur sehingga ceritanya juga relatif mudah dicerna.

Unsur pertarungannya mungkin tidak seepik pertarungan ala Batman atau Superman, yang menonjol di sana adalah unsur kehangatan keluarga. Bagaimana Billy mencari keluarga dan berjuang untuk meraihnya.

Masa pencarian diri kemudian upaya mengeksplorasi kemampuan superhuman memiliki bumbu komedi. Shazam di sini mendapatkan wadah berupa tubuh anak kecil sehingga superheronya memiliki watak kekanak-kanakan, polos, dan jenaka.

Zachary Levi sebagai superhero Shazam dalam bentuk Billy dewasa tampil santai dan bertingkah laku seenaknya seperti pikiran bocah. Shazam dianggap lawan yang sepadan dengan musuh dalam DC Comics Universe yang juga memiliki kekuatan sihir, yaitu Black Adam. Di “Justice League” ia juga sempat muncul dan memiliki kekuatan yang merepotkan.

Cerita Shazam ini menurutku segar. Sederhana tapi tetap menarik. Wah kira-kira kapan ya ia bergabung dengan Justice League”?

Detail Film:
Judul: Shazam!
Sutradara: David F. Sandberg
Pemeran: Asher Angel, Jack Dylan Grazer, Zachary Levy, Mark Strong, Djimon Hounsou, Grace Fulton, Ian Chen, Cooper Andrew
Genre: Superhero, fantasi
Skor: 7.4/10
Gambar: IMDb

~ oleh dewipuspasari pada November 6, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: