Baby Blues Syndrome Juga Menimpa Kucing

Perasaan gelisah dan tak nyaman ketika memiliki bayi tak hanya dialami oleh para manusia. Rupanya kucing juga mengalaminya. Tak semua kucing siap menjadi induk.

Adalah Coki, si kucing cokelat yang hari ini berkelakuan aneh. Aku tahu ia akan melahirkan sehingga aku tak memberinya akses masuk ke rumah. Ia sudah beberapa hari ini mengincar kamar dan lemari pakaianku. Aku tak mau ia melahirkan di lemari.

Sejak pagi ia mengeong-ngeong. Kemudian ia melahirkan. Yang membuatku terkejut, ia langsung meninggalkan bayinya. Ia malah sibuk berupaya untuk masuk rumah. Entah apa tujuannya.

Sekitar 30 menit kemudian aku ke luar rumah. Kulihat di halaman dua bayi kucing teronggok lemah. Daging ari-ari dan tali pusat masih menempel di tubuh mereka dan bersemut. Aku menahan rasa jijik dan mual memotong tali tersebut. Aku lalu memindahkan bayi kucing tersebut ke sebuah kotak.

Rupanya induknya gila. Ia tak sama sekali memedulikan anaknya. Kucoba mendekatkan induknya ke anaknya. Tapi ia cuek dan mengeong-ngeong melulu. Si Mungil yang melihatnya juga nampak sebal. Si Kidut junior yang malah prihatin ke dua bayi tersebut. Mungkin kasihan melihat nasib juniornya.

Aku sendiri bingung. Ini kejadian kali kedua yang dialami Coki. Dulu ia juga bertingkah aneh seperti itu ketika memiliki bayi. Ketiga bayinya tak ada yang selamat. Aku menguburkannya.

Ini kelahiran yang kedua dan si Coki masih gila. Ia tak bisa menjadi induk kucing. Ia tak ada jiwa penyayang.

Dulu aku pernah mencoba memberi makan bayi kucing yang dibuang induknya. Dulu ibu Nero, Nori juga pernah seperti itu. Aku mencoba membantunya dengan menyuapi bayi kucing dengan campuran susu, telur, dan margarin. Tapi gagal. Tak lama mereka pun meninggal.

Aku kasihan melihat bayi tersebut. Sedangkan si Coki masih sindrom baby blues. Si Mungil juga nampaknya tertarik mengadopsi kedua bayi tersebut. Mungkin akan kucoba memberinya makan semampuku.

Kasihan kedua bayi itu. Moga-moga mereka mampu bertahan hidup. Mudah-mudahan si Coki bisa sayang ke mereka dan mau menyusuinya.

~ oleh dewipuspasari pada Februari 11, 2020.

9 Tanggapan to “Baby Blues Syndrome Juga Menimpa Kucing”

  1. baiknya kucing kawin setelah satu tahun, alias ga kawin muda karena apabila masih muda dikhawatirkan dia kena sindrom ini

  2. sebagai orang yang pernah berhasil menyelamatkan bayi kucing tanpa induk. untuk susu kalau nggak dapat susu yg untuk kucing, pakai SGM LLM, karena kucing nggak bisa dikasih susu sapi. nanti sakit dia.

    kalau susah ngasihnya, pakai suntikan (tanpa jarum). atau beli dotnya, banyak kok yang jual di pet shop. cuma paling kalau kucingnya udah gede, dia mau nyusu terus. hahahhaa

    • wah hebat. Tadi pagi dua bayi kucingnya meninggal huuhu. Tinggal satu yang bertahan, tadi sebelum berangkat kuberi susu kucing pakai pipet. Moga-moga ia bertahan. Kasihan lihatnya.

  3. Sebabnya apa ya bisa begitu Kak?? Apa seperti manusia juga, karena (dulunya) waktu bunting dia masih terlalu muda jadi ga begitu cakap (bahkan menolak) untuk urus anaknya? Hehe.. Soalnya saya punya kucing yg bunting tapi dia itu masih tergolong kecil. Saya takut nanti pas lahiran, dia juga ga bisa ngurus anak-anaknya 😞

  4. Ada juga yang gitu ya.

    Kalo kucing saya dulu ada yg ninggalin anaknya tapi krn lahir cacat. Kakinya yg normal 3.

    Piaraan yg stres dulu itu ayam, mbak. Kl mengerami mesti telur-telurnya dipatuki sendiri.

    Akhirnya dijual untuk disembelih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: