Jasa dan Promo Makanan Antar, Bikin yang Dekat Tak Terlihat?

Di sekitar tempat kerjaku ada kantin yang ramai saat makan siang. Tak jauh dari kantorku juga ada kantin dan tempat makan lainnya. Harga makanan mulai berkisar sekitar Rp 13 ribu ke atas. Termasuk terjangkau untuk ukuran Jabodetabek. Tapi karena promo dan keinginan untuk mencobai hal-hal baru aku dan kawan-kawan seringkali malah tertarik mencobai makanan antar.

Sebenarnya jika dihitung-hitung harga makanan antar alias food delivery itu hampir sama atau malah lebih mahal daripada makanan kantin. Selain memang harga aslinya berkisar Rp 25 ribu ke atas juga dikarenakan ongkos kirimnya juga yang lumayan.

Tapi keinginan mencoba hal baru itu rasanya sulit dilawan. Atau karena promonya yang dirasa besar. Padahal harga makanan di tempat dengan yang dijual via layanan antar umumnya lebih murah jika membelinya di tempat.

Aku memerhatikannya di beberapa fast food. Harga paket hematnya berbeda antara versi online dan versi disantap langsung. Ketika kemudian ada promo dan kita menggunakan promo layanan antar maka sebenarnya promonya nilainya kecil, mungkin hanya beda kurang dari Rp 5 ribu dan itupun harus memesannya agak banyak, misalkan di atas Rp 40ribu.

Yang promonya lumayan besar adalah kopi-kopian. Harganya bisa separuh harganya kadang-kadang malah bisa sepertiganya. Misalnya dari Rp 30 ribuan jadi sekitar Rp 9 ribu untuk merk kopi ternama. Ini menguntungkan sih. Cuma harus waspada jika hobi pesan makanan ini jadi kebiasaan.

Ya memang promonya menarik. Kita juga bisa mencoba menu satu dan menu lainnya. Mencoba untuk tetap update dengan mencicipi menu merk restoran anyar. Tapi kalau dihitung-hitung hal ini bisa bikin boros kalau keseringan. Masih lebih hemat bawa bekal atau makan di kantin. Apalagi di kantin masih ada promo cashback 30 persen dengan nontunai. Menunya juga lumayan beragam.

Di lingkungan rumahku kebiasaan pesan makanan dan jasa antar ini juga mulai membudaya. Yang pesan dan antri adalah dari petugas pengantar makanan tersebut. Yang naas adalah mereka yang tak menyediakan jasa antar. Mereka jadi lebih sepi pembeli. Demikian juga dengan mereka yang berkeliling menawarkan makanan seperti sate dan nasi goreng. Mereka mendekati konsumen tapi konsumen di perkotaan mulai lebih tertarik dengan yang bisa dikirim dan dikemas menarik.

Ya, teknologi pemesanan dan layanan antar makanan bisa mendekatkan yang jauh dan yang dekat malah jadi tak terlihat dan terasa tak menarik.

~ oleh dewipuspasari pada Februari 14, 2020.

Satu Tanggapan to “Jasa dan Promo Makanan Antar, Bikin yang Dekat Tak Terlihat?”

  1. Wih nikmat kaya nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: