Tantangan Membaca Buku, Yuk Ikutan

Sudah lama aku tak menyentuh buku di rak bukuku. Beberapa di antaranya masih bersampul plastik alias belum kubaca sama sekali. Aku tahu aku belum membaca puluhan buku yang kudapat dari rak obral, hadiah, dan sebagainya. Dan aku merasa bersalah.
Dulu aku maniak buku. Hampir setiap minggu aku membeli dan membaca buku baru. Aku tak punya banyak uang sehingga aku lebih banyak membelinya di toko buku bekas atau menyewa di perpustakaan sekolah.

Kini bukuku sudah mencapai ribuan. Tapi kemudian terjadi bencana. Bencana itu berupa serangan rayap. Puluhan bukuku rusak. Ada yang sama sekali tak bisa kubaca. Halamannya semua ludes oleh rayap. Buku-buku yang kuperoleh dengan susah payah. Buku hadiah yang bercetak berwarna dan bersampul tebal. Buku-buku yang sering kutunda kubaca. Semuanya rusak dan tak tersisa. Aku menangis sedih.

Tapi aku belum tergerak untuk menata kembali bukuku dan membaca. Ada banyak hal yang mendistraksiku. Pekerjaan, tugas kuliah membuat paper, jurnal, dan proposal, juga mengurus komunitas. Tapi aku tahu aku rindu membaca.

Semalam dua jam membaca buku tanpa gangguan, hanya ditemani lagu-lagu favoritku rasanya begitu menyenangkan. Aku begitu menyukainya. Jatuh cinta dengan aktivitas itu. Membaca bersama musik rock dan pop yang kusuka. Momen itu sama seperti dulu. Ketika aku berhenti membaca dan tercenung mendengarkan “Karma Police” juga tertegun ketika “Wait and Bleed” mulai hadir. Aku seperti kembali ke mesin waktu, di kosanku mengurung diri dengan setumpuk buku dan radio yang menyiarkan musik metal juga rock. Sungguh menyenangkan.

Kemarim tantangan buku dalam kaitan dengan work from home yang menggerakkanku. Aku tergugah. Aku mengambil satu buku secara acak.

Buku pertama yang kubaca berjudul “Menjeda”. Ceritanya ringan tentang gadis 30 tahunan yang bingung menambatkan cintanya, ke cinta pertamanya atau ke seseorang yang selalu mendampinginya. Sebenarnya ceritanya dari awal mudah ditebak tapi tetap menyenangkan membaca proses si gadis mengetahui siapa sebenarnya sosok yang paling cocok dengannya saat ini.

Buku berikutnya kubaca pagi ini sebelum memulai pekerjaanmu. Judulnya “Big Boned” tentang seorang gadis yang juga di usia matang mendapatkan masalah karena kematian bosnya. Ia menemukan atasannya dengan darah dan dalam posisi yang tak wajar. Setelah itu ia dihadapkan banyak hal yang membuatnya frustasi. Belum lagi dengan kekasihnya yang terus menuntut hidup sehat dan makan secukupnya.

Hahaha aku menyukai proses ini. Diam tanpa hape. Hanya ada buku, musik, dan kucing yang mengganggu.

~ oleh dewipuspasari pada Maret 24, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: