Juni Tak Favorit Tapi Menyimpan Memori

kalender juni
Hei ini sudah bulan Juni. Malah sudah hampir akhir bulan Juni. Bulan Juni bukan favoritku, karena sudah ada Mei. Tapi bulan Juni juga menyimpan memori. Bertahun-tahun silam yang lalu, setiap Juni aku melakukan sesuatu, sesuatu yang menarik juga kukenang saat ini.

Ada beberapa hal tentang Juni yang kucatati. Ingatkah masa itu bertahun-tahun silam, aku merajut asa dengan tekun belajar demi lulus masuk perguruan tinggi. Ditemani musik Limpbizkit aku merasa cemas mampukah aku nantinya mengerjakan soal-soal matematika IPA, fisika, dan memahami trik-trik pilihan ganda yang merepoti. Aku tak pernah suka dengan jawaban A dan C benar atau semua benar, seperti jawaban asal tebak saja, atau hitung kancing.

Bulan Juni masa-masa yang lalu aku resmi memiliki pos untuk berita. Aku bertanggung jawab ke posku tersebut, aku tak lagi ke sana ke sini berkenalan dengan humas, tapi mereka yang kemudian menghubungiku, meskipun aku masih suka ke sini dan ke sana, mencari berita yang orisinil, tak sama dengan wartawan lainnya.

Bulan Juni yang lalu aku berkejaran dengan waktu menyusun karya akhir syarat kelulusan. Hari terakhir aku mengumpulkan, beberapa hari sebelumnya aku kena typhus tapi tak ada yang tahu dan aku hanya istirahat di rumah, lalu setelah urusan selesai aku memutuskan kembali berpetualang. Aku ke Vietnam bersama kawanku dan lima lainnya tak kukenal beberapa hari sebelum sidang. Ceritaku di kampus itu pun kupikir selesai, tapi ternyata terus berkelanjutan.

Juni lainnya aku ke Cirebon saat cuaca panas-panasnya. Juni sebelumnya aku ke India, menyelami India dari sisi berbeda, sisi yang jarang diungkap. Aku bertemu dan mengobrol dengan orang lokal, memahami perselisihan Hindu dan Islam, mengunjungi kuil Wisnu yang megah dan berada di sisi lain Himalaya. Sebuah perjalanan yang tak seperti slogan tur wisata, tapi selalu kukenang.

Juni kali ini berbeda. Ia masih dipenuhi batasan. Sementara UFO mulai dipercaya. Konon ia mulai muncul di mana-mana. Muncul berbagai spekulasi di benak. Masa akselerasi gelombang energi dan spiritual sudah mulaikah? Apakah Juni mendatang bermakna penjelajahan ke luar angkasa?

JUni kali ini seperti pengulangan Juni ku yang lalu. Aku kembali mengecapi satu demi satu rangkuman ilmu. Mencoba melangkah maju bersama ilmu. Aku berharap Juni mendatang aku sudah menggenggam sesuatu yang mungkin bermakna bagiku dan sekelilingku.

Tapi Juni mendatang seperti apakah? Ia masih teka teki, Juni saat inilah yang bisa kukontrol dan kugenggam.

Gambar: Pexels/Bich Tran

 

~ oleh dewipuspasari pada Juni 28, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: