“Onward”, Sihir dan Keluarga

onward

Ketika berbicara tentang Pixar, maka yang terbesit di benak adalah kartun-kartun yang punya memiliki grafis yang indah dan cerita yang segar. Demikian juga harapanku ketika menyaksikan film berjudul “Onward” yang rilis Februari lalu. Film ini memang tak serta-merta membuatku terkesima. Baru ketika memasuki sepertiga akhir aku baru benar-benar menyukainya.

“Onward” membahas tentang sihir. Tapi ceritanya bukan tentang putri, pangeran, dan kutukan. Latar ceritanya adalah jaman modern. Di sini para makhluk dongeng telah melupakan sihir dan hidup dengan teknologi.

Di kota bernama New Mushroomton hiduplah adik kakak elf, Ian dan Barley Lighfoot. Si kakak penuh semangat dan menyukai sejarah. Sedangkan si adik pemalu dan agak kurang percaya diri. Ayah mereka telah meninggal dan ibu mereka punya pacar baru.

Ketika Ian berulang tahun, ibunya memberinya hadiah warisan ayahnya. Ada benda sihir, batu Phoenix, dan dan secarik mantra yang mampu membangkitkan si ayah hingga matahari terbenam. Barley nampak lebih antusias dan menemani Ian melakukan misinya membangkitkan si ayah yang tak pernah ditemuinya. Dalam petualangan ini ada begitu banyak halangan dan hal yang mengejutkan.

Kurang Wah Jika Dibandingkan Animasi Pixar Lainnya
Ceritanya segar, unsur keluarga dan pertemanan yang umumnya kental di animasi Pixar juga ada, namun rasanya ada yang kurang. Animasi ini kurang wah jika dibandingkan kartun Pixar lainnya yang ceritaya lebih berkesan dan lebih hangat.

onward


“Onward” kurang greget dan terlambat untuk ‘panas’. Pembukaan kisahnya kurang menggedor penonton untuk terpukau dan merasa penasaran. Rasanya biasa saja. Padahal cerita-cerita tentang dongeng dan sihir biasanya mudah menarik perhatian.

Makhluk-makhluk dongeng di sini seperti pixie pemarah, manticore, dan centaur memang menarik, tapi kehadirannya masih kurang membuat mata terbelalak dan rasa penasaran hadir, siapakah mereka dan apa yang bisa dilakukan mereka.

Baru pada sepertiga terakhir, petualangan mereka baru terasa menggugah. Apalagi ada akselerasi ancaman dan kejutan yang tak disangka-sangka. Unsur emosional juga mulai dihadirkan di sini dan berhasil, meskipun agak terlambat.

Ya, “Onward” kurang sesuai harapanku. Tapi film ini tak buruk. Ia masih menarik dan menghibur, meski kurang sewow film Pixar pada umumnya.

Skor: 7/10
Gambar: IMDb/Pixar

~ oleh dewipuspasari pada September 14, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: