Petualangan Kiki Kakaktua Bersama Sirkus Asing

Sirkus asing

Akhirnya dapat juga buku seri petualangan Enid Blyton yang berjudul “Sirkus Asing”. Eh kemudian di tengah cerita aku merasa dejavu. Rupanya aku sudah pernah membacanya. Entah kapan. Ceritanya menarik, dengan tokoh utama kali ini adalah Jack dan Kiki si Kakaktua. Dan lagi-lagi Bill di sini tak berdaya.

Cerita bermula dari empat remaja yang libur sekolah. Selama ini mereka tinggal di asraka sehingga mereka gembira bila pulang ke rumah. Mereka adalah Jack dan adiknya, Lucy juga Philip dan adiknya Dinah. Jack dan Lucy-Ann yang yatim piatu diangkat anak oleh ibu Philip sehingga kini mereka menjadi keluarga. Ibu Philip lalu menikah dengan Bill, seorang polisi dan agen rahasia yang akrab dengan anak-anak.

Suatu ketika Bill mengajak mereka berlibur ke sebuah desa. Namun, anak-anak agak kecewa karena ia membawa seorang anak. Anak itu dari negeri asing. Rambutnya panjang dan ia nampak malas, angkuh, dan pemberang. Gustavus alias Gussy, namanya.

Anak-anak suka kesal dengannya. Tapi ketika kemudian Bill memarahinya, Gussy pun bersikap baik. Tapi ia kemudian membongkar penyamarannya. Rupanya ia seorang pangeran dari negeri jauh di Eropa selatan, Tauri-Hessia.

Kerajaannya sedang tak baik-baik saja. Pamannya yang menjadi raja sedang terancam kudeta. Padahal ia raja yang baik. Ia direncanakan menjadi raja boneka karena ia masih muda, di mana nantinya ia akan dikontrol oleh perdana menteri. Gussy takut pamannya dibunuh dan ia dinobatkan.

Kekuatiran Bill akan Gussy terbukti. Lewat muslihat sederhana, Bill dan istrinya tertipu dan tertangkap. Anak-anak, selain Jack dan Kiki yang sedang berjalan-jalan, pun diculik dan dibawa ke negeri yang jauh.

Jack dan kakaktuanya yang lucu lalu bertualang sambil mencari cara menyelamatkan saudaranya.

Dalam buku ini yang paling kusukai tentunya adalah celotehan Kiki. Eh dari dulu sih. Aku suka dengan Kiki yang pintar menirukan suara manusia dan suka bertingkah konyol.

“Cul Bill muncul. Cul-cul-cul!”
“PLOK! Mulut Gussut cemberut!” Gussy mandi di kali!”
“Saya sayur. Sayur guyur”
“Bersihkan hidungmu!” Mana sapu tanganmu, Gussy pilek!”

Ia memasukkan rumput ke mulut Gussy yang sedang tidur menganga. Ia kemudian menakut-nakuti penjaga dengan menirukan suara burung hantu dan geraman anjing. Mereka langsung lari tunggang-langgang.

Sedangkan untuk karakter empat anaknya, Philip menarik karena ia pandai memikat hewan. Di sini ia berurusan dengan hewan yang sangat buas. Jack dengan gayanya yang supel. Lucy yang lembut dan pemalu. Dan Dinah yang lebih praktis dan logis.

Seperti judulnya, petualangan Jack membawanya ke sebuah sirkus asing. Kiki pun kemudian menjadi hewan sirkus dan menjadi salah satu penampil yang paling ditunggu. Caranya menyanyi, celotehannya, dan gayanya meniru berbagai suara membuat penonton terpukau dan tertawa terbahak-bahak.

Tapi yang aku heran selalu Bill di sini kurang bisa diandalkan. Alhasil anak-anak pun kemudian terseret petualangan besar tanpa dirinya. Apa memang sengaja ya biar ceritanya lebih menantang.

Gambar dari Gramedia Digital

~ oleh dewipuspasari pada Juni 9, 2021.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: