Ode Buat Nero

Nero kucingku

Kata orang, kucing adalah sahabat terbaik. Dan salah satu yang menyedihkan ketika kita kehilangan sahabat terbaik kita. Aku kehilangan sahabatku, Nero.

Hampir dua bulan Nero pergi. Kucing itu tak terlihat di manapun. Termasuk di tempat-tempat di luar rumah yang biasa ia datangi.

Aku mencoba menyangkal. Tak mungkin Nero pergi tanpa pamitan. Aku terus meminta bantuan kucing-kucing lainnya untuk mencari Nero dan memintanya pulang.

Tak ada jawaban. Ia juga tak muncul dalam mimpiku. Nero apabila kamu sudah pergi meninggalkan dunia ini, mengapa kamu tak berpamitan denganku? Dalan mimpi juga tak apa-apa.

Kucingku Nero sudah menemaniku selama hampir 7 tahun. November ini usianya akan genap 7 tahun. Ia kucingku yang baik, menghiburku pada masa-masa burukku. Menemaniku saat aku sendiri di rumah.

Kita bertemu tahun 2014. Sejak kecil, kamu langsung menarik perhatianku. Aku ingat kamu tergoda dengan mie goreng dan mengintip dari jendela. Kamu kucing pertama yang kuperbolehkan masuk dan tidur di dalam rumahku. Bahkan saat aku pindah rumah sementara, kamu juga kubawa. Setiap aku pulang kampung, aku selalu memikirkanmu dan kutitipkan makanan ke satpam buatmu.

Ada banyak cerita tentang Nero. Semua kenangan ini membuatku sedih. Aku masih tak siap bila ia meninggalkanku.

Cerita bersambungku tentang “Berlari Bersama Kucing” yang kutulis di Kompasiana adalah ceritaku yang kutulis untuk Nero. Selama ini aku suka berimajinasi Nero adalah sahabatku juga di dunia imajinerku. Kami bertualang bersama, menuju hutan fantasi, berkelana bersama ke dunia peri, bertemu Annunaki, dan sebagainya.

Buku “Tarian Kucing di Bulan Purnama” adalah karya terbaikku untuk Nero. Seandainya surga bisa diciptakan berdasarkan keinginan seseorang, aku ingin hidup di Kucingtopia, di mana manusia hidup selaras bersama para kucing. Aku, Nero, Bonbon, Tungtung dan kucing-kucing lainnya yang pernah bersamaku bermain dan menari bersama.

Ah aku juga punya imajinasi naik balon udara bersama Nero, juga naik kapal induk alien bersama Nero ke Andromeda atau tempat lainnya di luar angkasa.

Mendengarkan lagu “Running with The Wolves”-nya Aurora, aku jadi sedih. Mataku jadi basah dan rasanya ada sesuatu yang mengalir tanpa henti. Aku ingin berlari bersama Nero menuju tempat-tempat yang menakjubkan.

Nero, kamu kucingku yang luar biasa. Seandainya kamu masih di dunia, segera pulanglah. Atau bila sebaliknya, temui aku di alam mimpi. Kamu akan selalu menjadi kucingku yang kusayang.

~ oleh dewipuspasari pada September 8, 2021.

3 Tanggapan to “Ode Buat Nero”

  1. Yang paling menyakitkan dari mempunyai peliharaan adalah ketika dia pergi. Saya sering mengalaminya sejak kecil dan saya selalu menangis setelahnya. Di manapun Nero semoga dia bahagia 🥺

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: