Menyusu

Samsudin

Samsudin si induk nakal sudah enggan menyusui anaknya. Padahal anaknya kurus dan kecil. Tinggal satu lagi. Ia menendang-nendang. Mengamuk ketika anaknya mendekati dirinya ingin menyusu.

Anaknya nampak sedih. Ia melihat teman-temannya. Si Nero manis dab Nero nakal masih disusuin oleh emaknya, Cindil. Padahal usia teman-temannya satu bulan lebih tua dari dirinya.

Cindil nampak sayang ke anak-anaknya. Ia menjilatinya dan masih mau menyusui mereka. Kadang-kadang ia nampak keberatan dan kesakitan. Apabila aku melihat Cindil kewalahan maka aku segera turun tangan. Kubujuk dua Nero untuk menyelesaikan aktivitasnya.

Si anak Samsudin yang tak beruntung pun mengalihkan perhatian. Ia melihat Pong yang montok dan berbulu tebal. Ekornya sama bundel kayak ibunya.

Si anak kucing malang mengusruk perut Pong dengan hidungnya. Ia mencari puting susu. Pong nampak santai saja ia membiarkannya. Entah kenapa si Pong juga merasa kasihan. Sayangnya ia kucing jantan.

Si anak kucing malang tak menemukan susu. Ia nampak bersusah hati dan muram.

~ oleh dewipuspasari pada November 23, 2021.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: