Kacang Rebus

Kacang rebus alias kacang godog itu dari penampilan luarnya kutebak beberapa di antaranya kopong. Atau ada yang isinya tak genap dan salah satu bijinya ada yang sudah tak pantas disantap.

Aku menebak demikian karena penjual kacang rebus itu sepi pembeli. Ia sudah berjalan kaki cukup jauh memikul dagangannya namun tak ada yang menghentikannya. Akhirnya karena kelelahan ia berhenti di halte bus ini. Halte yang juga mulai sepi sejak era pandemi ini.

Ia menjual rebusan, pisang dan ubi rebus. Juga ada beberapa potong jagung dan kacang rebus. Dagangannya masih banyak. Kulihat ia juga menjual bajigur.

Wajahnya nampak lelah. Bajunya menampakkan jejak keringatnya.

Aku yang menjadi angin beberapa kali berpapasan dengannya. Kucoba memberikan kekuatanku agar keringatnya cepat menguap dan ia lebih enakan. Kasihan dirinya.

Namun ia tak ingin dikasihani. Ia adalah sosok pejuang kehidupan. Setelah aku cukup memberikan angin, ia mulai bangkit dan beranjak. Ia pun kembali memikul dan berharap ada yang membeli dagangannya.

~ oleh dewipuspasari pada November 24, 2021.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: