Semua Bisa Nabung dengan Sobatku

Waktu aku kecil, Ibu dan ayah sering memberikan nasihat untuk rajin menyisihkan uang jajan untuk ditabung. Jika dikumpulkan, uang tersebut akan cukup banyak dan bisa membeli apa yang kuinginkan. Memang tidak semua bisa kubeli dengan tabunganku, saat itu aku sudah puas dan bangga dapat menambah koleksi buku bacaanku lewat tabungan. Saat aku duduk di bangku SMA, kawanku mengajakku menabung di bank. Wah bangganya aku punya buku tabungan, sayangnya biaya administrasinya perbulan lumayan besar. Saat ini ketika melihat data di berbagai media bahwa jumlah penabung di perbankan masih rendah, aku menebak-nebak mungkin mereka terbeban dengan biaya administrasi. Tapi masalah tersebut sebenarnya bisa diatasi dengan menabung di Sobatku.
Aku yakin sebagian masyarakat Indonesia gemar menabung. Budaya menabung telah diajarkan sejak dulu dari generasi ke generasi. Mungkin sekilas kebiasaan tersebut tidak nampak. Tapi jika diperhatikan dengan seksama kita akan takjub, bagaimana seorang pedagang di pasar bisa naik haji dengan mengumpulkan keuntungan berjualannya sedikit demi sedikit. Ada juga cerita sebuah UMKM yang omzetnya terus meningkat, karena pandai menyisihkan keuntungan untuk modal usaha. Kedua cerita ini bukan hanya dialami satu dua orang, oleh karenanya aku optimis masih banyak masyarakat yang peduli pentingnya menabung.

Banyak pedagang pasar yang bisa naik haji karena rajin menabung
Memang realitanya masih banyak masyarakat Indonesia yang tak tersentuh oleh perbankan dan jasa keuangan lainnya. Hal ini agak disayangkan karena usia produktif (15-64 tahun) di Indonesia saat ini lebih besar dibandingkan usia nonproduktif atau telah melebihi 50% atau 126 juta penduduk. Berdasarkan data yang dirilis oleh laman BisnisIndonesia (1/11/2016) rasio kepemilikan tabungan di Indonesia untuk usia produktif hanya 19 persen atau kurang dari 25 juta. Padahal jumlah kelas menengah di Indonesia saat ini lebih dari 74 juta penduduk, sehingga masih banyak kalangan yang tak tersentuh oleh perbankan dan jasa keuangan lainnya.
Aku pun menerka-nerka alasannya. Bisa jadi keengganan masyarakat untuk menabung di lembaga tersebut dikarenakan biaya administrasi yang memberatkan tiap bulannya, adanya denda bagi rekening yang pasif, prosesnya dianggap ribet, literasi keuangan yang terbatas juga kesan ekslusif atau mahal ketika memasuki bank.
Mau nabung kok malah duitnya menyusut, bukannya nambah toh.
Presiden Joko Widodo tanggap terhadap hal tersebut dengan mencanangkan gerakan Ayo Menabung dan mengeluarkan Perpres Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang diterbitkan pada 1 September 2016. Apa sih keuangan inklusi dan mengapa percaya diri target 75& bakal tercapai pada tahun 2019? Keuangan inklusi menurut Bank Indonesia adalah hak bagi tiap orang untuk mendapatkan akses dan layanan penuh dari lembaga keuangan secara tepat waktu, nyaman, informatif, dan biayanya terjangkau dengan penghormatan penuh atas harkat dan martabat. Untuk merealisasikan program tersebut BI dan OJK berupaya menggandeng berbagai institusi untuk mewujudkan sistem keuangan yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. Tujuannya, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mendukung stabilitas sistem keuangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berbagai layanan yang mendukung program keuangan inklusi Bank Indonesia (sumber: Bank Indonesia)
Dari gambar program keuangan inklusi Bank Indonesia, terlihat bahwa salah satu yang ditawarkan adalah layanan keuangan digital dengan menggunakan nomor telepon genggam. Hal ini dikarenakan jumlah kepemilikan ponsel pintar di Indonesia yang sangat besar. Selain itu harga ponsel pintar juga makin murah.

Survei APJII menunjukkan semakin banyak masyarakat yang mengakses internet menggunakan ponsel pintar (sumber: APJII)
Pada era digital ini startup teknologi jasa finansial (fintech) berkembang pesat. Salah satunya adalah Sobatku yang menawarkan berbagai kemudahan bagi masyarakat untuk menabung dan mendapatkan fasilitas jasa finansial lainnya seperti di bank.
Apa Itu Sobatku?
Sobatku merupakan singkatan dari Simpanan Online Sahabatku. Ia merupakan produk tabungan dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sahabat Mitra Sejati yang dapat diakses secara online dalam rupa aplikasi mobile. KSP Sahabat Mitra Sejati atau Sahabat UKM ini berdiri sejak tahun 2008. Dalam operasionalnya, KSP Sahabat UKM bekerja sama dengan Bank Sahabat Sampoerna dan Sampoerna Strategic Group.

Apa saja keunggulan Sobatku? Dengan Sobatku, pengguna bisa memanfaatkan jasa keuangan cukup dengan mendaftarkan nomor hapenya. Nomor hapenya itulah yang menjadi nomor rekening. Kalian bisa menabung dengan setor tunai di Alfamidi/Alfamart, lewat bank Sampoerna, transfer bank, atau titip teman. Untuk penarikannya, Kalian bisa menarik tunai di minimarket tersebut.

Berbagai cara menabung lewat Sobatku

Kalian juga bisa bayar tagihan
Kalian juga bisa transfer ke teman Kalian lewat no rekening bank atau ke lewat nomor hape. Kalian juga bisa membayar tagihan, seperti tagihan PLN, PDAM, atau membeli pulsa. Kalian juga berkesempatan ikut undian milyaran rupiah . Oh iya setiap bulannya tidak ada biaya administrasi dan dana yang mengendap mendapat bunga sebesar 1%/tahunnya. Memang kecil sih bunganya, tapi daripada duit berkurang tiap bulannya?

Bagaimana Cara Mendaftar di Sobatku?
Kalian tinggal unduh aplikasinya di Google Play Store, kemudian isi formulirnya dengan menyebutkan nomor hape. Setelah itu aktivasi dengan pin enam digit yang dikirim melalui SMS. Selanjutnya Kalian bisa menggunakan fitur-fiturnya.

Setelah unduh, maka Kalian registrasi terlebih dahulu

Saya sudah memanfaatkan fitur menabung. Karena saya sudah mengisi data KTP maka saya bisa mendapatkan kesempatan menjadi salah satu pemenang undian bulanan dan undian triwulanan yang akan dihelat hingga Oktober 2018. Tiap saldo kelipatan Rp 50 ribu maka mendapatkan 10 poin. Total undian tersebut adalah milyaran rupiah. Wah asyik juga kalau menabung juga berkesempatan mendapat hadiah.
Adanya aplikasi ini juga membantu program keuangan inklusi pemerintah, sehingga siapapun bisa menabung tanpa perlu terbebani dengan biaya administrasi.
NB: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan SOBATKU. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi.

Gambar cover dari pixabay

coba download, mau coba nabung di sobatku
monggo
wah boleh juga nih dicoba. Nabung lgsg dari hape ya
Iya bisa langsung dari hape
Dari awal baca di sosmed langsung penasaran dengan SOBATKU. Aman tidak, bagaimana cara dan sistemnya. Ternyata dijawab di sini.
Yup mudah-mudahan sistemnya selalu aman dan selalu dievaluasi.
Ooh.. Sobatku itu singkatan dr Simpanan online sahabatku. Aku baca stepnyabgak ribet ya, cocok buat orang dfn mobilitas tinggi, gk wasting time.
Memang praktis sih mba Siti
fintech seperti sobatku ini pastinya membantu buat orang-orang aktif zaman sekarang.
Iya nih, fintech bisa menyaingi perbankan jika terus berinovasi, asal payung hukum juga jelas.
menarik banget sih ini, aplikasi perbankan mulai marak ya, dan makin memudahkan nasabahnya 🙂
iya, tapi mudah-mudahan ada payung hukumnya.
Wah, makin banyak yang bikin fasilitas aplikasi perbankan. Seneng, deh. Semua-mua serba mudah sekarang
Hihihi aku suka ada kata semua-mua
Keuntungan memakai sobatku lumayan banyak juga ya mbak. Selain buat nyimpan tabungan bisa juga buat transaksi lain. keren nih
Iya mba Ivon. Biar lebih praktis.
Semoga dg adanya sobatku, orang2 jadi sadar dan mau menabung ya..
Yup setuju, biar tidak terlalu konsumtif dan lebih bisa atur keuangan.
keren nih, cocok buat toko online baruku.. pembayaran via sobatku.. thanks
Iya bisa buat toko online baru
Wah era digital semua dipermudah ya termasuk menabung. Seru juga ya nmr Hp jadi nmr rek. Jadi kalau yang mau transfer gampang dong ya tinggal ingat2 aja Hp kita. Hehe.
Lebih mudah mengingatnya
Sekarang sudah banyak ya simpanan online jadi mudah berinvestasi
Iya makin mudah menabung
Kemarin juga baca artikel tentang Sobatku. Habis baca lagi jadi makin tertarik buat cobain 😀
Hehehe iya, aku lagi cobain
wah saya baru tau ttg sobatku ini. Menarik.
Hai Idfi, terima kasih sudah mampir.
waallaahh, saya kok malah penasakaran sama koperasinya ya. itu kantornya dimana mbak..?
Ooh gitu mas Satto. Aku kenalnya lewat apps-nya saja, lokasi koperasi nanti kucari tahu.
wah senang sekali sudah banyak aplikasi untuk menabung! Jadi ga ada alasan lagi ga punya tabungan ya 🙂
Iya mba Honey
Baru pakai saya kak 🙂
aku juga
Makin untung dan mudah ya menabung di Sobatku, yuk ah menabung.
Akses layanan keuangan seperti yang dimiliki perbankan jadinya bisa dinikmati siapa saja.
Udah nggak ada alasan buat ga nabung. Ini nabung ga pae ribet banget kan ya. Keereeen banget idenya SOBATKU ini.
Iya mba Alma, moga-moga dalam operasionalnya selalu ikut aturan hukum.
Wah penggunaan nama yg easy listening “Sobatku”. Nabung memang perlu dibudayakan sejak dini.
Iya namanya mudah diingat.
keren nih program inklusi keuangan dari pemerintah, supaya masyarakat lebih aktif menabung ya Mbak ^^
Iya, biar tidak lebih besar pasak daripada tiang.
Iya sih alasan utama malas nabung karena administrasinya itu loh. Ada biaya banknya. Kan berasa majin dikit tabungannya. Untung sobatku gratis adm yaaa
Aku pernah sampai minus dan kena denda waktu menabung hahaha, bukannya nambah malah rugi.
Hahaha…samaaa…gara2 malas ke bank nya. Maunya untung eh jadi rugi bayar administrasi
hehehe iya tuh pernah kejadian dan banknya inovasinya juga kurang jadinya kututup.
Aku juga udah pakai Sobatku, Mbak. Praktis. Bebas biaya adm pula. Sukaaa! 🙂
Hehehe iya mba Intan