
Ipik alis Nero Manis naik ke atas tangga
Ia naik satu-persatu sampai ke puncak
Ia lalu duduk menghadap jendela
Pemandangannya melihat jendela membuatku terpana Lanjutkan membaca ‘Ipik dan Jendela’


Ipik alis Nero Manis naik ke atas tangga
Ia naik satu-persatu sampai ke puncak
Ia lalu duduk menghadap jendela
Pemandangannya melihat jendela membuatku terpana Lanjutkan membaca ‘Ipik dan Jendela’

Si Momo mengikutiku naik tangga untuk melongok dari jendela bagian atas di loteng. Jendelanya begitu tinggi, sehingga aku juga harus naik tangga. Aku tengah mencari Cemong. Hampir setiap hari aku melongok dari jendela dan memanggil nama Cemong, selain jalan sore untuk menemukannya. Lanjutkan membaca ‘Dua Kucing Main Tangga’

Setiap hari aku mengabsen kucingku. Jika ada yang belum pulang hingga malam, aku gelisah sekali. Apalagi sudah ada beberapa kucingku yang hilang dalam beberapa hari ini. Kini si Cemong yang belum pulang. Lanjutkan membaca ‘Cemong Belum Pulang’

Kakiku mulai terasa gontai untuk melangkah.
Otakku meminta tubuhku untuk terus bergerak, setidaknya hingga aku menemukan petunjuk adanya manusia selain aku. Lanjutkan membaca ‘Mimpi?’