
Kopi bubuk itu nampak normal, seperti kopi kemasan pada umumnya. Namun, penilaianku spontan berubah ketika bubuk kopi tersebut beradu dengan gula dan air yang baru kujerang. Lanjutkan membaca ‘Kopi Hitam Bak Arang’


Kopi bubuk itu nampak normal, seperti kopi kemasan pada umumnya. Namun, penilaianku spontan berubah ketika bubuk kopi tersebut beradu dengan gula dan air yang baru kujerang. Lanjutkan membaca ‘Kopi Hitam Bak Arang’

Si Kiki masih lemas. Ia baru bisa makan sedikit, jalannya masih sempoyongan. Sedangkan si Samsudin sedang ingin nakal. Ia menakuti Kiki, lalu tidur di atas baju yang baru kuangkat dari jemuran. Ia juga menggangguku yang sedang menata isi dompet yang berisi ribuan. Ketika ia kemudian tertidur, aku pun balas dendam. Lanjutkan membaca ‘Si Sam Lagi Nakal’

Kiki sakit. Tubuhnya lemas. Ia hanya ingin tiduran. Saat melangkah, ia oleng membuatku begitu cemas. Langsung kuputuskan aku akan merawatnya. Kiki cepatlah sehat.

Ada hari-hari aku menulis lancar
Apapun bisa jadi tulisan
Bahkan kucing menangis bisa kubuat drama
Namun, ada kalanya aku paceklik tulisan
Bukan karena miskin gagasan
malah banyak ide, membuatku bingung mengolahnya Lanjutkan membaca ‘Benang Pikiran’
Apa sih bagian dari masa kecilmu yang susah kamu lepaskan? Apakah impian atau sesuatu yang seperti kekanak-kanakan padahal sebenarnya adalah sesuatu yang berharga, yaitu kepolosan atau malah negeri dongeng? Cerita tentang masa kecil yang melekat ini disajikan dalam film animasi pendek bertajuk “Everkeep”. Lanjutkan membaca ‘“Everkeep”, Animasi Stop-Motion tentang Penjara Masa Kanak-kanak’