
Tubuh si Miu panas. Nampaknya ia demam. Aku cemas, apakah ia harus ke dokter ataukah kurawat di rumah. Akhirnya kupilih nomor dua. Kubiarkan ia tidur di selimut, dengan kipas, dan kubuatkan bubur dari makanan basah dan kaldu ayam. Ia mau makan. Ia sebenarnya haus dan lapar, hanya lemah.
Lanjutkan membaca ‘Miu Sakit’



