
Akhirnya dua bayi kucing ini punya nama. Yang hitam berwarna Mimo dan yang putih itu Momi. Keduanya lemah karena dulu sering diculik Mimi dan ditelantarkan.
Lanjutkan membaca ‘Mimo dan Momi’

Akhirnya dua bayi kucing ini punya nama. Yang hitam berwarna Mimo dan yang putih itu Momi. Keduanya lemah karena dulu sering diculik Mimi dan ditelantarkan.
Lanjutkan membaca ‘Mimo dan Momi’
Taman-taman di Jakarta beberapa di antaranya diisi oleh tanaman luar, seperti dari Afrika dan Amerika Selatan. Kalian tentu pernah mendengar atau mendatangi taman-taman yang memiliki pohon baobab, tabebuya, dan Spathodea. Ketiganya bukan tanaman lokal, baobab dan Spathodea dari Afrika dan tabebuya dari Amerika Selatan. Kali ini aku ingin membahas Spathodea atau yang dikenal dengan nama lain pohon hujan atau kecrutan.
Lanjutkan membaca ‘Spathodea Alias Pohon Hujan’
Sinar matahari sudah begitu terang pukul enam tiga puluh pagi. Aku melangkah menuju pasar untuk membeli ikan buatku dan para kucing. Mereka ngambek, bosan dengan ayam rebus, makanan kaleng, dan makanan kering. Sepanjang jalan kuperhatikan bunga-bunga bermekaran membuat jalanan berubah seperti taman, cantik.
Lanjutkan membaca ‘Ketika Bunga-bunga Liar dan Bunga Tepi Jalan Bermekaran’
Awal mula kebakaran itu karena lilin, cerita ibuku. Oh mati lampu, Ma? Aku penasaran. Bukan, ternyata memang setiap harinya ia tidak pakai lampu. Hanya lilin.
Lanjutkan membaca ‘Lilin’
Oh belakangan ini Jakarta begitu gerahnya, baik pagi, siang, ataupun malam. Aku sampai harus mandi menjelang tidur malam agar bisa terlelap. Selain gerah, ancaman gigitan nyamuk juga membesar. Sepertinya mereka gembira beranak pinak di musim yang gerah dan lembab. Gara-gara hawa yang kurang nyaman ini aku jadi makin suka ke taman.
Lanjutkan membaca ‘Hawa Gerah, Bunga Bakung, dan Sepatu Peri’