Tercekat Baca Dua Bab “Bagaimana Si Miskin Mati”

•April 19, 2026 • Tinggalkan sebuah Komentar

Bagaimana si Miskin Mati

Minggu siang ini begitu cerah. Langit berwarna biru muda dengan awan-awan putih seperti kapas. Aku memutuskan membaca lima belas menitan. Kupilih buku George Orwell di iPusnas. Bagaimana si Miskin Mati, judulnya. Lanjutkan membaca ‘Tercekat Baca Dua Bab “Bagaimana Si Miskin Mati”’

Kopi Hitam Bak Arang

•April 18, 2026 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kopi hitam

Kopi bubuk itu nampak normal, seperti kopi kemasan pada umumnya. Namun, penilaianku spontan berubah ketika bubuk kopi tersebut beradu dengan gula dan air yang baru kujerang. Lanjutkan membaca ‘Kopi Hitam Bak Arang’

Si Sam Lagi Nakal

•April 17, 2026 • Tinggalkan sebuah Komentar

Si Kiki masih lemas. Ia baru bisa makan sedikit, jalannya masih sempoyongan. Sedangkan si Samsudin sedang ingin nakal. Ia menakuti Kiki, lalu tidur di atas baju yang baru kuangkat dari jemuran. Ia juga menggangguku yang sedang menata isi dompet yang berisi ribuan. Ketika ia kemudian tertidur, aku pun balas dendam. Lanjutkan membaca ‘Si Sam Lagi Nakal’

Kiki Sakit

•April 16, 2026 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kiki

Kiki sakit. Tubuhnya lemas. Ia hanya ingin tiduran. Saat melangkah, ia oleng membuatku begitu cemas. Langsung kuputuskan aku akan merawatnya. Kiki cepatlah sehat.

Benang Pikiran

•April 15, 2026 • Tinggalkan sebuah Komentar

Benang kusut

Ada hari-hari aku menulis lancar
Apapun bisa jadi tulisan
Bahkan kucing menangis bisa kubuat drama
Namun, ada kalanya aku paceklik tulisan
Bukan karena miskin gagasan
malah banyak ide, membuatku bingung mengolahnya Lanjutkan membaca ‘Benang Pikiran’