Pada Suatu Ketika

•Juni 17, 2019 • Tinggalkan sebuah Komentar

Pada suatu ketika ada sebuah negeri yang begitu subur. Segala macam tanaman bisa tumbuh di tanah tersebut. Hewan-hewan juga menyukai daratan tersebut. Begitu sejuk dan makanan yang disediakan oleh alam juga berlimpah-ruah. Kehadiran negeri surgawi itu kemudian diketahui oleh para manusia. Kekayaan dan keindahan negeri itu kemudian banyak diperbincangkan. Manusia dari daratan lainnya pun tertarik dan kemudian berbondong-bondong untuk ikut mencicipi hidup di negeri yang indah. Lanjutkan membaca ‘Pada Suatu Ketika’

Iklan

Dengar “Stand By Me” versi Florence + The Machine Jadi Sedih

•Juni 16, 2019 • 2 Komentar

Ketika lagu “Stand By Me” hadir sebagai tembang soundtrack “Final Fantasy” aku merasa biasa-biasa saja. Lagu yang dibuat dan dipopulerkan oleh The Pretender ini memang sering di-cover dan menjadi tembang dalam film-film bertema persahabatan. Lagu ini juga hadir dalam film “Power Rangers The Movie” dibawakan Bootstrap. Ya, lagu ini awalnya kesannya biasa, dengan sosok empat jagoan seperti boyband dalam film “Final Fantasy XV”. Cocoklah mereka berempat dulu mentor dan pengawal, kemudian sama-sama menjadi sahabat. Tapi setelah menonton keseluruhan petualangan mereka dalam gim, aku jadi terharu setiap mendengar lagu ini. Lanjutkan membaca ‘Dengar “Stand By Me” versi Florence + The Machine Jadi Sedih’

Sendiri

•Juni 15, 2019 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ada masa-masa aku hanya ingin sendiri
ditemani Nero atau si Mungil
Menikmati hari dari pagi
dalam suasana sepi Lanjutkan membaca ‘Sendiri’

Desa Juga Perlu Jalan Mulus

•Juni 14, 2019 • 2 Komentar

Lebaran lalu aku menghabiskan waktu di kawasan Kalijati, Subang. Dulu kali pertama ke sini jalan masuk ke kawasan pedesaan ini masih banyak yang rusak. Lampu jalan juga tak banyak. Kini jalan pun semakin mulus. Lanjutkan membaca ‘Desa Juga Perlu Jalan Mulus’

Hidup di Megapolitan: Gengsi vs Kenyamanan vs Hemat

•Juni 13, 2019 • 4 Komentar

Beberapa hari lalu di timeline twitter ramai bahas tentang pengeluaran di Jakarta. Hal ini dipicu oleh salah seorang selebtwit yang memberikan gambaran pengeluarannya yang fantastis. Ya, bisa ditebak, hal ini membuat para ‘netizen’ pun berontak untuk menghakimi. Padahal menurutku pengeluaran selebtwit tersebut masih wajar untuk ukuran tinggal di Jakarta Pusat. Sebenarnya berapa sih idealnya hidup di megapolitan seperti di Jakarta. Lanjutkan membaca ‘Hidup di Megapolitan: Gengsi vs Kenyamanan vs Hemat’