
Malam semakin larut. Aku sendiri ditemani kucingku di kamar tidur. Tidak hanya satu, ada dua kucing. Mereka bak malaikat penjagaku. Setan alas pun bakal takut. Lanjutkan membaca ‘Cerita Kucing (Lagi)’


Malam semakin larut. Aku sendiri ditemani kucingku di kamar tidur. Tidak hanya satu, ada dua kucing. Mereka bak malaikat penjagaku. Setan alas pun bakal takut. Lanjutkan membaca ‘Cerita Kucing (Lagi)’

Hari ini hatiku mendung
Rasanya aku enggan melakukan apapun
Hingga aku dikejutkan sesuatu
Ayo Puspa, lakukan sesuatu Lanjutkan membaca ‘Membaca Malam-malam Putih: Resensi Ala Puisi Naratif’

Suatu ketika aku terlelap
Kemudian terbangun dengan pucat
Untunglah mimpi buruk semata
Ketika sesuatu mendekat, aku langsung tenang
Kucing-kucing memandangku bertanya-tanya Lanjutkan membaca ‘Suatu Malam’

Hari ini rencanaku mencicil menulis makalah
dengan membaca berbagai jurnal
Namun rasa malas berkuasa
Ditambah sejumlah pembenaran
Bukan makalah yang ingin kubaca
Juga bukan buku teks atau lainnya
Melainkan buku dengan sampul merah
Yang gambarnya anak perempuan dengan senyum merekah Lanjutkan membaca ‘Membaca Na Willa’

Satu hari dalam minggu kemarin aku menyaksikan dua film horor berturut-turut. Satunya film Hollywood yang merupakan reboot dari sebuah tokoh cerita yang populer. Satunya lagi adalah horor Indonesia. Ada satu kesamaan di antara keduanya. Menarik tapi sayangnya unsur di dalamnya begitu sadis. Membuatku bertanya-tanya, apakah level kesadisan dalam film horor belakangan ini naik level? Lanjutkan membaca ‘Tunggu, Mengapa Film Horor Kini Makin Sadis?’