Jangan Paksa Lesbian Berkelakuan Normal

lesbi

Bagi orang tua, suatu aib bila anak gadisnya memiliki orientasi seksual yang menyimpang. Seringkali mereka memaksakan berbagai cara agar anaknya kembali menyukai lawan jenisnya. Pro dan kontra penanganan kaum lesbian ini pernah dibahas di sebuah bedah buku yang digelar di Surabaya dengan titel Mengenal Perbedaan orientasi Seksual Remaja Puteri.

Dalam bukunya, Poedjiati Tan, tidak menyetujui sikap orang tua yang memaksakan anak gadisnya yang lesbian berubah menjadi normal. ’’Masak anak gadisnya diancam dimasukkan ke penjara bila tidak mau menikah,’’ paparnya yang disambut tawa oleh puluhan penonton.

Tindakan orang tua terkadang berlebihan. Ada yang memasukkan anaknya ke pondok pesantren karena takut penyimpangan puterinya itu akibat ulah setan. ’’Pernah ada kasus, dia memaksa anak temannya untuk memperkosa anak gadisnya,’’ ungkap Dede Oetomo.

Sikap orang tua yang seperti itulah yang dapat membahayakan kejiwaan anak gadisnya. ’’Kaum lesbian juga punya perasaan sama seperti kaum normal,’’ tutur Ernest J.K. Wen.

Dia mencintai sesama jenisnya, sama seperti wanita menyukai pria. Mereka juga dapat kangen dan cemburu pada kekasihnya yang sama-sama bergender wanita, jelas Ernest.

Perilaku lesbian ini biasanya tidak mudah terdeteksi. ’’Biasanya baru menginjak remaja perilaku menyimpang ini terlihat,’’ ujar Ernest. Ini dikarenakan mereka mulai memahami bentuk fisik tubuhnya. Tiba-tiba saja mereka punya perasaan berbeda dengan sesama wanita, imbuhnya.

Bila si anak mengaku lesbian terhadap orang tuanya, jangan panik.’’Remaja itu rentan, dia ingin orang terdekatnya yang memahami dirinya,’’ jelas Poedjiati. Terima anak apa adanya, karena pengakuan orang tua amat penting.

Ada hasil riset yang menarik di catatan Podjiati. Seseorang dapat menjadi lesbian bukan karena pengaruh lingkungan, melainkan genetikanya. ’’Pernah ada temuan menarik di Eropa. Ada kasus seseorang memiliki gen XXY dan XY dalam tubuhnya,’’ jelas Poedjiati.

Nah, kemungkinan ini juga ada pada kaum lesbian. Hanya saja penelitian ini masih mengundang pro dan kontra. Karena dikuatirkan menyerang kaum agama, ungkap Poedjiati. (pus)

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 13, 2008.

18 Tanggapan to “Jangan Paksa Lesbian Berkelakuan Normal”

  1. selama kami tidak mengganggu kalian, kalian para kaum hetero tidak ada hak untuk mencaci maki kami 🙂

    pikir dulu, apakah anda sudah lebih suci dari kami??

    like ama artikel ini

    • Salam kenal Androfheme,
      Terima kasih sudah mampir ke blog ini. Dulu waktu saya masih jadi pencari berita pernah diundang di acara bedah buku, judulnya sama seperti artikel ini. Saya belum baca bukunya, hanya mereportase dari hasil bedah buku tersebut.
      Saya setuju pernyataan Andro, seseorang sebaiknya tidak mudah lekas mencela sikap orang lainnya yang tidak sama dengan kebanyakan.

  2. setuju banget w.sbner’y sich orng lesbi tuch hmpir sma aja kayak orng normal,yg ngebedain cma dy ska sesama z,prasaan sma kya orng biasa.jadi tolong lah akui orng2 yg lesbi,mereka jg ga bisa d salahkan.itu pilihan.jgn anggap orang lesbi tuch jijik,atau sering w denger terkadang orang takut sm orang lesbi,sbener’y apa yg mereka takuti dr orng lesbi??

  3. setuju,,setuju,,,
    lesbian juga mau hidup tentram,,, jd jng di pojokkin kaya’ teroris ,,

  4. saya setuju sekali dengan artikel ini, jangan memaksa lesbian untuk menjadi normal, toh lesbian itu bukan kejahatan… hanya saja kaum ini belum mendapat tempat pengakuan di masyarakat kita pada umumnya sehingga bagi banyak orang menganggap lesbian itu sangat memalukan dan memberikan aib bagi keluarganya… kalo saya beri saran sech.. terima lah mereka apa adanya tanpa syarat, tanpa mengharapkan mereka berubah seperti yang kita inginkan, kalo mereka sudah aman dengan diri menjadi seorang lesbian terimalah mereka… karena tidak satu orangpun yang dapat merubah mereka kalo bukan dari inisiatif mereka sendiri yang ingin berubah, dan menjadi lesbian juga pilihan hidup

  5. Okey.. boleh aja kita berpendapat, tapi ada yang gak boleh di lupakan. “Kodrat kita sebagai manusia”, ak pikir Tuhan menciptakan kita sempurna, dan Tuhan gk mungkin menciptakan hambanya utk menjadi lesbian/homoseksual, Itu soal pilihan hidup dan imun pribadi masing2. Menurut kalian kenapa Tuhan menciptakan pria dan wanita ??? Mumpung lum terlambat, yang udah terlanjur masuk ke dunia itu cepet2 berfikir seribu kali, resiko dan akibatnya.

  6. bingung,tapi yg pasti sih,klo mang itu dosa,kita mesti benci dosanya,bukan orangnya.dia perlu dirangkul dan ditolong utk mengerti dirinya sendiri.klo yg jd latar belakang tlah tersolusikan dan ia ttp dpt kasih sayang yg sama,mgkn dia akan berubah normal

  7. bertaubat dari apa? dari lesbian? apa dia berdosa jadi seorang lesbian? menegur karena apa? dia bersalah? apa kita lebih bersih ketimbang mereka? apa kita lebih suci? hanya karena alasan kita hetero? wah…

    • betol
      yang menentukan seseorang berdosa atau tidak hanya Tuhan
      udah itu aja
      karena ada tertulis
      jangan menghakimi sesamammu manusia
      terserah aja
      jika Tuhan berkehendak maka rencanca Tuhan terlaksana
      gampang kan
      pokoknya terserah Tuhan aja deh
      pasti Tuhan kasih yang terbaik

  8. apa dampak seorang anak yg lesbian??
    terus bagaimana kalau punya temen yg lesbia??
    apakah kita wajib untuk menegurnya dan menyuruh dia buat taubat?
    terimakasih

    • dibiarin aja
      nanti kalau semakin dilarang
      semakin menjadi
      kalau memang dia bukan lesbian
      pasti tidak akan jadi lesbian

      alah.. gitu aja kok bingung
      g usah kait2in ke agama
      malah g to the point
      muter2

  9. lesbian bukan kejahatan so sah2 aja lah.Tuhan itu maha segalanya.maha pengampun dll,jadi tuhan saja tidak menyudutkan,kita juga berhak donk.lesbian dibilang menyimpang karena manusia menetukan hal dasar, mana yg nyimpang n ga nyimpang.dulu orang ga pake baju ga ada yg protes,tp skrng?? di bilang porno.manusia yg menetapkan n menciptakan sendiri nilai2nya.begitu juga orang tua. pernahkah orang tua berpikir,kalau saya di posisi lesbian,apa perasaan saya ktka disudutkan.yang wajar2 ajalah,mereka toh ga ganggu.kalau tuhan berkehendak si lesbi itu berubah,g rasa ga ada yg bisa nandingin tuw..semua sebab ada akibat,ya sudah kog kita repot2 pusingin mereka.mau ga mau suka ga suka sebab akan jadi akibat,so ngapain juga kita kekeh untuk merubah sesuatu dgn paksa?

  10. yapz,,,,,,

  11. jangan lah kamu lupa akan setiap perbuatan yang dilakukan pasti ada balasannya

  12. sadarlah hai manusia atas apa yang kamu lakukan,karena pasti akan ada balasannya

  13. keluarga adalah orang terdekat yang mereka punyai, jika bukan keluarga yang mendukung mereka siapa lagi,.. dimana mereka akan meminta perlindungan jika bukan pada keluarga mereka sendiri..

  14. setuju juga, lesbian atau gay perlu pengakuan minimal dari orang terdekat mereka yaitu orang tua.
    tapi gimana caranya membuat orang tua gak jadi marah atau malu dengan kondisi anaknya.
    hal itu yang kurang dipahami oleh orangtua.

Tinggalkan komentar