Pengunjung Antri di Shinkansen 3 Dimensi
Indonesia-Japan Expo 2008 baru saja berlalu. Pekan raya persahabatan 50 Tahun Indonesia-Jepang ini meraguk sukses meski baru digelar kali pertama secara besar-besaran. Stan pameran dan atraksi penghibur untuk pengunjung JiExpo, Kemayoran, ini juga cukup komplit. Mulai dari pameran produk Jepang, Indie J-Band Competition, Japanese Harajuku Street Competition, Igo Competition, Taiko Show, Japan Martial Art, Ikebana Demonstration, Shinkansen 3D Show hingga Obake alias rumah hantu.
Dari hari pertama, 1 November pengunjung cukup padat. Mereka memenuhi stan-stan pameran untuk mengetahui kemajuan teknologi Jepang, terutama teknologi transportasi. Ada pula konsep rumah hemat energi. Tapi yang paling menarik perhatian yaitu pertunjukan Shinkansen 3 Dimensi., apalagi tidak dipungut biaya. Antriannya cukup panjang hingga meliuk-liuk ke gang-gang di antara stan-stan pameran.
Sebelum masuk ke gedung pertunjukan, si petugas membagikan kacamata 3 dimensi. Lalu secara rapi pengunjung memasuki lokasi pertunjukan yang ternyata didesain cukup sederhana. Hanya ada kursi biasa, tidak seperti kursi 3 dimensi di Dufan, Ancol. Satu kali pertunjukan kira-kira memuat 100 penonton, kecuali mereka yang bersedia duduk lesehan di bagian depan. Lalu selama 20 menit penonton diajak mengarungi suasana kehidupan di Jepang, baru di babak berikutnya penonton disuguhi penampilan shinkansen yang dipromosikan sebagai kereta api tercepat tapi aman dan nyaman.
Meski pertunjukannya kalah jauh dibandingkan pertunjukan 3 dimensi di Dufan, Ancol, antrian 3D Show ini selalu panjang. Hingga pada hari Minggu, si petugas memutuskan untuk sementara menghentikan pertunjukan sehingga mereka yang mau mengantri terlihat kecewa.
Rupanya promosi Japan Expo ini cukup ampuh, terbukti dengan berduyun-duyunnya warga metropolitan Jakarta ke lokasi pameran pada hari berikutnya, 2 November. Ini tidak sebanding dengan jumlah yang dipamerkan. Akibatnya, suasana pada hari libur terasa kurang nyaman. Gedung pameran penuh sesak, begitu pula stan-stan makanan. Untuk mengantri foto dengan yukata saja perlu antri cukup lama, begitu pula untuk masuk ke rumah hantu. Meski sedikit kecewa, para pengunjung terhibur dengan lalu lalangnya peserta Cosplay Competition, menirukan dandanan tokoh-tokoh manga atau anime. Ada yang berdandan ala Sailor Moon, Naruto, hantu Jepang dan tokoh anime atau manga lainnya. [pus]


