Body Rafting Di Green Canyon

Rafting dengan sekoci mungkin sudah biasa. Yang unik apabila rafting dengan badan alias body rafting. Tidak perlu jauh-jauh untuk mencoba sensasinya, cukup bertandang ke Pangandaran. 7-8 jam berkendara dari Jakarta. Bayangan kesejukan dan keasyikan bermain air di Green Canyon yang kerap dibahas di berbagai forum jalan-jalan membuatku tertarik untuk mencoba wahana air alami ini.

Sebelum melakukan body rafting, kami menyusuri sungai Cijulang dengan perahu. Satu perahu muat hingga enam penumpang. Pihak pengelola menetapkan Rp75 ribu untuk tiap perahu, tidak bisa ditawar.

Selama dalam perjalanan kami menyusuri sungai berwarna kehijauan. Warna kehijauan itu sepertinya disebabkan ganggang yang tumbuh di dasar sungai. Karena ketika diciduk, airnya jernih.

Setelah sekitar 10 menit berperahu kami disambut gua bercelah. Perahu mulai melambat, mungkin was-was menabrak gua atau memberi kesempatan kami untuk menyesap keindahan stalagtit dan stalagmit yang terpampang di sekeliling. Gua inilah gerbang menuju Green Canyon. Dari atas stalakmit kami menyaksikan secuil pemandangan tebing-tebing hijau.

Juru mudi yang mengantar kami membujuk untuk mencoba body rafting. Awalnya kami ragu melihat arus yang deras dan air yang cukup dalam. Namun, si juru mudi berhasil meyakinkan kami ia akan menjaga dan meminjamkan life jacket-nya. Termasuk, membawakan kamera kami.

Kami berempat mulai menerjunkan badan ke dalam sungai. Airnya sangat dingin dan arusnya sangat deras. Jika tidak berhati-hati melangkah, badan bisa terpeleset dan terbawa arus.

Disebut body rafting karena tidak seperti berarum jeram pada umumnya. Tidak menggunakan perahu karet, melainkan meluncur menantang arus dengan menggunakan badan sendiri.

Berkali-kali tubuhku terseret arus dan kembali ke posisi semula. Namun, setelah beberapa lama aku mulai terbiasa dengan suhu air dan arusnya. Aktivitas body rafting pun menjadi menyenangkan. Pemandangan tebing-tebing hijau di kiri kanan sungai membuat mata segar. Keindahan tebing-tebing berlumut inilah yang membingkiskan nama Green Canyon bagi kawasan yang bernama asli Cukang Taneuh. Kupu-kupu kuning yang berterbangan ke sana kemari membuat suasana semakin semarak.

Tantangan selain berenang yaitu terjun dari salah satu tebing. Sekelompok remaja satu-persatu dengan berbagai gaya terjun ke air sungai yang dingin. Sayang nyaliku tidak terlalu besar untuk mencobanya.

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 20, 2010.

Satu Tanggapan to “Body Rafting Di Green Canyon”

  1. klo pingin lebih seru lagi..bodyrafting dari hulu sungai,dngan perjalanan 3-4 jam. peralatan lengkap. info selanjutnya. Janggala 085223733575.

Tinggalkan komentar