Cindil Berpikir

KucingMusibah bagi kucing-kucing di rumah terjadi belakangan. Setelah Nero Nakal hilang dan Clara meninggal, kini Panda juga tak kunjung pulang. Aku merasa gelisah.

Rupanya tak hanya aku yang resah. Si induk kucing yang kini kucing tertua di rumah, Cindil juga nampaknya cemas. Ada apakah di sekitar rumah, sepertinya ada yang mencurigakan.

Cindil berpikir keras. Aku kemudian memberikan kalung kucing lagi ke mereka, sebelumnya kalung sempat kucopot untuk kucuci bersih. Mereka juga rajin kumasukkan ke dalam rumah. Jangan main jauh-jauh. Cepat pulang.

Tadi aku juga lihat ada poster kehilangan kucing di pos satpam. Apakah aku juga perlu buat poster ya. Ataukah aku perlu menyampaikan rasa curigaku ke pos satpam, agar mereka juga rajin berkeliling tak ngendon di pos saja.

Sepertinya ada sesuatu yang mengancam para kucing. Cindil dan semua kucing harus berhati-hati.

~ oleh dewipuspasari pada Mei 27, 2023.

4 Tanggapan to “Cindil Berpikir”

  1. Disteril saja, nanti jarang berkeliaran.

    • Kayaknya ga jamin ya. Si Pang sudah kusteril pernah hilang seminggu. Untung balik.

      • Kucing di tempatku yang disteril, semuanya paling lama main semalam, besoknya dah balik lagi. Sudah beberapa tahun begitu. Yang ndak disteril bisa hilang beberapa hari sampai beberapa bulan baru pulang.

        • Ooh gitu ya. Apa memang kelakuan dasar kucingnya ya yang suka keluyuran dan nggak. Masih kucicil untuk steril, soalnya lumayan juga biayanya, sambil nunggu pas diskon.

Tinggalkan komentar