My Happy Marriage Diangkat Dari Manga Populer
Gadis itu nampak berhati-hati bersikap. Ia selalu meminta maaf jika lawan bicaranya memarahinya atau berbicara dengan nada tinggi. Padahal ia seorang gadis dari keluarga yang terkemuka. Namun ia diperlakukan seperti pelayan oleh ibu tiri dan adik tirinya. Ayahnya juga tak seperti menganggap keberadaannya. Gadis itu adalah Miyo Saimori. Cerita ala Cinderella ini tersaji dalam anime series yang tayang di Netflix, My Happy Marriage.
Series ini diangkat dari light novel dan manga populer berjudul sama karya Akumi Agitogi dan gambar dibuat oleh Tsukiho Tsukioka. Untuk versi manga, ilustrasi dibuat oleh Rito Kohsaka. Rupanya cerita ini juga pernah diadaptasi ke dalam bentuk live action. Animenya sendiri disutradarai oleh Takehiro Kubota dan diproduksi oleh Kinema Citrus.
Miyo kemudian digambarkan telah dewasa dan siap menikah. Usianya mencapai 19 tahun. Bukannya ditunangkan dengan kawan masa kecilnya yang juga menyukainya, Kouji Tatsuishi, ia malah ditunangkan dengan pria yang terkenal angkuh dan dingin. Pria itu bernama Kiyoka Kudou. Calon tunangannya rata-rata hanya bertahan tiga hari dan memilih kabur.
Miyo memilih bertahan karena ia tak punya rumah untuk kembali. Lagipula Kouji ditunangkan dengan adik tirinya, Kaya.
Sudah ada dua episode yang tayang di Netflix. Di awal penonton diberikan gambaran cerita bakal Cinderella. Ibu dan adik tiri yang keji, juga bagaimana Miyo terpukul ketika sahabatnya ditunangkan dengan adik tirinya. Kepergiannya ke calon tunangannya nampak menyedihkan karena ia berangkat sendiri dengan baju dan bawaan yang hanya sedikit.

My happy mariage
Ceritanya di awal nampak mengharukan. Penonton diajak bersimpati dengan sosok Miyo. Lalu di episode kedua, penonton dapat melihat lebih jauh perundungan yang dilakukan ibu tirinya kepadanya sejak kecil. Tapi ternyata ada kejutan dalam anime ini karena melibatkan kemampuan supranatural. Ya, inilah yang menjadi bumbu sehingga anime ini jadi makin menarik.
Melihat premis ceritanya, sepertinya penonton bakal bisa menebak penutupnya. Namun, dengan adanya kemampuan supranatural dan hubungan kedua sosok yang berbeda, sepertinya anime ini tetap menarik untuk dinikmati tiap episodenya.
Skoring dalam anime, pengisi suaranya enak didengar. Gambar-gambar dari Kinema Citrus juga bagus, desain kostum dan desain latarnya detail dan menawan. Palet warnanya dinamis, ada yang menggunakan warna pastel, namun juga ada yang menggunakan warna-warna tegas dan dingin, seperti disesuaikan dengan nuansa dalam adegannya.
Lumayan sih anime ini sembari menunggu episode berikutnya dari Zom 100 dan Horimiya season 2.
Gambar dari Netflix/Kinema Citrus
