Ulas Singkat Tiga Film Lebaran 2024
Wah capek juga ya maraton tiga film yang menemani libur lebaranš
.Ā Ketiga film tersebut adalah Dua Hati Biru, Siksa Kubur, dan Badarawuhi di Desa Penari. Harga tiket masih lumayan, yakni Rp45 ribu. Untunglah yang satu film itu dapat tiket gratis.
Nah setelah menyaksikan ketiganya, menurutku yang paling bagus adalah Dua Hati Biru, disusul Badarawuhi di Desa Penari, baru Siksa Kubur. Kupikir awalnya Siksa Kubur yang paling bagus. Berikut ulasan singkatnya.Ā
1. Dua Hati Biru
Perkembangan karakter dan konfliknya menarik. Namun, alur cerita di bagian tengah menuju akhir agak terseret-seret. Entah kenapa karakter Dara dibuat kurang konsisten antara niat dan perbuatannya sehingga karakternya terasa menyebalkan dan perkembangannya lambat.
Rumah kontrakan mereka termasuk bagus untuk keluarga muda yang keuangannya belum stabil. Kostum Dara lucu-lucu, bisa dijual jika mereka kekurangan uang. Setiap kali Cut Mini marah, penonton terasa ikut diomeli.
Tapi memang yang paling mencuri perhatian adalah Adam. Dialog dan tingkahnya menggemaskan. Ada bagian-bagian Adam muncul yang langsung bikin tertawa.
Keanu di sini jadi dirinya sendiri dan sepertinya ia cocok dengan karakter yang tak beda jauh dengan keseharian. Tapi di film ini performa Keanu lebih baik daripada di Keramat 2, berisiknya berkurang.
Skor: 7.5
2. Badarawuhi di Desa Penari
Di luar dugaan Badarawuhi di Desa Penari melebihi ekspektasiku. Kupikir skornya paling bawah. Ia versi lebih baik dari KKN di Desa Penari. Alur ceritanya lumayan rapi, visualnya menarik, sosok Badarawuhi makin mengintimidasi dan menggoda. Aku suka suara Badarawuhi yang lembut namun menusuk.Ā
Sosok Prabu dan mbah Buyut jadi benang merah dengan film sebelumnya. Demikian juga dengan tempat dan adegan ikonik, juga dimunculkan di sini, seperti minum kopi pahit atau manis dan warung misterius.Ā
Yang kurang nyaman di sini adalah desain karakter dari Mila. Kok dia bisa pakai tanktop doang di rumah warga, lalu tetap menggunakan tanktop keliling desa menuju ke padusan. Rambutnya juga kelihatannya dicat, hal yang kurang umum pada tahun 80-an.
Warga desa pada ke mana ya?! Biasanya orang desa suka penasaran jika ada pendatang, setidaknya tetangga kanan kiri dan pak RT tahu keberadaan mereka.

Bahasa Jawanya agak kurang nyaman di telinga. Mereka orang Surabaya kan ya? Masak kosakatanyaĀ cuma ‘sepurane’ aja, kurang variatif. Ular kalau di Malang biasanya disebut ulo bukan uler. Uler setahuku hanya untuk nyebut ulat.
Untuk bahasa Banyuwangi perlu diskusi sama Uwan yang rumahnya dekat Banyuwangi. Apakah mereka menggunakan bahasa Jawa ngoko atau bahasa Osing ya sehari-hari di desa?Ā
Bagian akhir cukup keren hanya dragging, jadinya malah berkurang gregetnya. Warga juga kurang terasa takutnya saat adegan teror di penghujung.Ā
Selain keterbatasan itu aku lumayan suka film prekuel ini. Meski di film ini belum terjawab sejak kapan Badarawuhi muncul di sana. Terus terang aku awalnya mengira bakal kurang bagus filmnya. Oh iya hati-hati bagi yang fobia ular.
Skor: 7.4Ā
3. Siksa Kubur
Selama menonton aku bertanya-tanya ada apa dengan Joko Anwar. Setelah film berakhir, aku merasa sepertinya ada banyak revisi di naskah sehingga karya Siksa Kubur ini bikin Jokan kurang percaya diri. Terasa ada sesuatu yang membebaninya (mungkin takut dianggap penistaan agama jika berbeda dengan yang umum di masyarakat).

Jajaran pemain di sini keren, aktingnya juara. Hanya perkembangan Sita terasa janggal. Bener kata teman-teman rasanya aneh melihat Sita dapat siksa kubur. Ini malah bikin tidak konsisten dengan tema dan pesannya. Banyak hal yang tidak terjawab di film ini seperti Ismail? Apakah hanya salah satu korban pelecehan? Ataukah anak dari guru Sita?Ā
Jumlah suster di tempat panti jompo mewah kok cuma dua ya, selain bagian jenazah? Seharusnya lebih.Ā
Poin plus: suara dan skoring mewah, ajib. Visual lumayan bagus terutama adegan di terowongan dan visual effect untuk siksa kuburnya. Hati-hati bagi yang klaustrofobia. Skor: 6.5
Oh iya kupikir Kimo bakal brutal di Badarawuhi seperti ciri khasnya di film-film besutannya. Ternyata ia tidak egois dan Badarawuhi minim adegan brutal. Malah Jokan yang belakangan suka adegan brutal, bikin mual karena sadis dan agak vulgar.
Gambar: MD Pictures, dokpri, dan Starvision
Terkait
~ oleh dewipuspasari pada April 17, 2024.
Ditulis dalam Resensi Kaset/CD/DVD. Lain-lain
Tag: Badarawuhi di desa penari, dua hati biru, Film lebaran, Film lebaran 2024, Film libur lebaran, Siksa kubur
