Lagi-lagi Jokpin, Kali Ini Buku Kumpulan Puisi Tahilalat
Joko Pinurbo alias Jokpin tergolong penyair yang produktif. Ada lebih dari 20 buku kumpulan puisi yang telah dihasilkannya. Tiap buku punya benang merah yakni topik-topik yang mirip-mirip, seperti ibu, keranda, hubungan pria dan perempuan, kritik sosial, dan tentunya yang tak ketinggalan adalah puisi tengang celana. Buku kumpulan puisi raja celana yang baru kubaca kali ini berjudul Tahilalat.
Ada sekitar 50-an puisi dalam buku yang dirilis tahun 2012 ini yang kemudian dirilis lagi tahun 2017. Puisi-puisi ini dicipta Jokpin dalam rentang tahun 2007-2012. Puisi-puisi ini memiliki panjang yang berbeda-beda dari satu baris seperti dalam Duel, hingga yang terdiri dari beberapa stanza seperti dalam puisi Liburan Sekolah.
Jika menilik puisi-puisi dalam buku ini Jokpin nampak makin nyaman menggunakan puisi-puisi pendek untuk menyampaikan gagasannya. Ia juga nampaknya tak ingin terlihat rumit sehingga kata-kata yang dipilih adalah bahasa sehari-hari. Ia juga makin gemar membuat puisi yang bercerita alias puisi naratif.
Ya membaca puisi Jokpin di sini pembaca seperti membaca fiksi mini dalam format puisi kontemporer. Bentuk baitnya ya terserah si penyair. Kadang bentuknya seperti paragraf dalam prosa, kadang-kadang juga seperti puisi pada umumnya. Tak apa-apa toh yang penting pembaca dapat menikmati keindahan puisinya.
Ada beberapa puisi yang menarik dalam buku setebal 108 halaman ini. Yang tertuang dalam sampul belakang buku adalah cuplikan puisi yang menjadi judul buku ini yaitu Tahilalat.
… Ketika ia beranjak remaja
dan beban hidup bertambah berat saja,
tahi lalat itu hijrah ke tengkuk ibunya,
tertutup rambut yang mulai layu,
seperti doa yang merapalkan diri
di tempat yang hanya diketahui hati
Detail Buku:
Judul Buku: Kumpulan Puisi Tahilalat
Penulis: Joko Pinurbo
Penerbit:Basabasi
Tebal Buku: 108 halaman
Genre: Kumpulan puisi
Gambar dari iPusnas
