Kucing-kucing Ingin Naik Catbus
Gara-gara aku menunjukkan foto Catbus ketika mengunjungi World of Ghibli sekian tahun lalu, kucing-kucing merajuk ingin mencoba naik bus kucing itu. Mereka menunjuk foto itu dengan suara meongan seperti merengek. Wah andai saja Catbus itu nyata ya? Aku juga ingin naik dan mengajak 9 kucing dan 4 bayi kucing menumpang Catbus tersebut.
Ketika aku tertidur, aku seperti mendengar suara meongan cukup keras yang tak pernah kudengar. Seperti biasa, aku langsung terjaga. Suara kucing berkelahi dan lainnya memang jarang membuatku tidur nyenyak. Tapi kali ini bukan suara kucing saling menantang.
Aku membuka pintu depan. Aku campur heran dan cemas melihat pagarku terbuka, memang tidak begitu lebar, tapi cukup untuk orang dewasa masuk. Seingatku aku sudah menggembok pagar sebelum tidur.
Sambil membawa sapu lidi, aku pun berencana menutup pagar. Tapi ketika aku melihat sesuatu dari pagar, mulutku pun terbuka. Di jalanan depan rumahku ada Catbus. Kucing-kucingku sudah bergerombol di sekitarnya. Bahkan si Pang sudah duduk manis di dalamnya.
Dalam pikiranku, aku seperti mendengar suara yang kupahami. Kucing berbentuk bus itu mengajakku masuk dan membawa semua kucing yang ada di rumah. Aku kembali masuk ke rumah sambil membawa kardus berisi para bayi kucing. Kuhitung enam kucing dewasa dan tiga kucing anak sudah ikut duduk di dalam bus. Isi bus rupanya cukup lapang dan bangkunya empuk.
Aku tak tahu apakah Catbus itu bus biasa atau bus makhluk hidup. Aku seperti mendengar suara nafas kucing dan bagian dalam bus nampak berkedut-kedut.
Setelah itu aku dan kucing-kucing larut dalam perjalanan. Isi bus penuh. Para kucing tetangga juga ikut masuk. Bus berjalan menuju gang-gang yang belum pernah kusinggahi, bus juga berkeliling sungai Ciliwung, juga sesekali terbang di atas bangunan-bangunan. Ini perjalanan yang menakjubkan.
Perjalanan berakhir di depan rumah kami. Kucing-kucing keluar dengan teratur. Mereka melambaikan tangan ke Catbus dengan posisi berdiri di atas kaki belakang mereka. Aku takjub. Bahkan bayi kucing juga ikutan.
Karena langit masih gelap setelah mencuci kaki, aku pun pulas tertidur. Ketika bangun, aku tak tahu apa itu nyata atau sekadar bunga tidur. Namun yang pasti hingga beberapa hari ke depan kucing-kucing nampak begitu gembira.
Di dekat sofa aku menemukan boneka Catbus. Aku tak pernah membelinya. Apa itu oleh-oleh dari perjalanan istimewa kami?!
