Semur

Dalam sebuah acara masak-memasak di Netflix, Chef and My Fridge, ada satu koki yang dikenal ahli menyemur. Ia adalah Choi Kang-rok. Ia memiliki penampilan seperti pria pemalu dengan topi putih yang selalu dikenakannya.Aku lupa di episode berapa ia akhirnya menunjukkan kemampuannya dengan menyemur ikan. Di sini sepertinya tak umum ya ikan disemur, lebih sering tahu,telur, dan daging. Tapi, Kang-rok bisa menyemur apa pun. 

Teknik menyemurnya tak seperti versi Indonesia, yang sebenarnya adaptasi dari masakan Eropa. Teknik semur Kang-rok lebih sederhana. 

Sementara bumbu semur di negeri ini beragam dan bisa berbeda tiap daerah. Semur yang kukenal bumbunya biasanya bawang putih, bawang merah, lada, kecap, dan tomat merah. Daerah lain ada yang menambahkan kapulaga dan bumbu ala masakan India. 

Tentang semur ini aku jadi ingat buku cerita yang kubaca saat masih kecil. Aku lupa judulnya, aku pinjam di perpustakaan sekolah. 

Ceritanya tentang anak yatim piatu yang kabur karena keluarga pamannya tidak menyukai kehadirannya. Akhirnya ia bertemu dengan rekan sesama anak jalanan. Keduanya bersama mengumpulkan uang. Oleh karena jumlah uang yang didapat tak banyak, hampir tiap hari mereka menyantap nasi dengan semur tahu. Bagi mereka itu adalah hidangan yang sudah sangat istimewa. Mereka bersyukur masih bisa makan dengan segala keterbatasan. 

Aku suka semur telur. Tapi semur tahu aku masih pilih-pilih bergantung tahunya. Ada jenis tahu yang agak asam. Jika tahunya tak asam, maka semur tahu memang enak. 

Ketika makan bubur di Lampung, mereka punya menu sampingan semur tahu dan semur telur. Melihat semur ini aku jadi ingat tayangan acara kuliner dan cerita yang kubaca masa kecil. 

~ oleh dewipuspasari pada Mei 27, 2025.

Tinggalkan komentar