Suatu Hari

Pada suatu hari aku memutuskan untuk mengikuti kegiatan ke tempat yang begitu jauh dan asing bagiku. Aku menuju ke sana dengan penuh ketidakpastian. Bagaimana caraku akan ke sana, kapan waktunya tiba di sana, dan seterusnya. Namun, itu hanya kekuatiran berlebihan karena akhirnya aku bisa tiba di sana sendirian.
Mungkin aku terlalu merendahkan kemampuan diriku. Dulu bukanlah aku juga sering keluyuran sendirian. Ke Sumbawa juga pergi sendirian. Namun entah kenapa perjalanan ke Lasem terasa menantang. Mungkin karena aku tak tahu banyak cara ke sana.
Ketika mengetahui tak ada ojek online di sana, lagi-lagi otak kotaku memberikan sinyal was-was. Padahal diriku yang asli dengan percaya diri langsung mendatangi tukang becak dan menawar dengan percaya diri. Ah, mungkin selama ini aku terlalu mengandalkan sesuatu sehingga malah membatasi diriku.
Suatu hari itu membuat diriku yang lama muncul. Diriku yang lebih waspada, lebih mudah menyesuaikan diri, lebih keras kepala, dan lainnya. Aku bersyukur diriku yang lama muncul sehingga aku baik-baik saja meski banyak masalah selama perjalanan.
Ketika memandangi tambak-tambak garam dengan latar belakang pegunungan, aku tersenyum lebar. Ini baru satu kota. Aku bisa pergi ke kota lainnya, mencari keunikan dan keindahan kota tersebut, dan menyesapinya.
Suatu hari itu membuatku merindukan diriku yang lama. Mungkin sudah waktunya aku kembali ke diriku yang dulu. Diriku yang lebih asli.
