Laskar Pelangi dalam Novel dan Film

Membaca buku ini mengingatkanku akan masa-masa populernya novel Laskar Pelangi. Bahkan pernah muncul versi bajakannya yang dulu biasa dijajakan di jembatan penyeberangan. Karena begitu populernya novel ini tak heran bila filmnya kemudian juga meledak. Laris manis.

Aku menyukai filmnya. Visualnya indah, ceritanya begitu manis dan menyentuh, meski tak persis dengan yang ada di novelnya. Namun, versi film ini seperti yang disampaikan tim penulis Tempo memang terasa lebih realistis untuk karakter dan aktivitas anak-anaknya. Sedangkan karakter anak dalam versi novelnya terlihat hiperbola dan imajinatif, kurang membumi. 

Meski aku menyukai film ini, aku merasa patah hati ketika menyaksikan film Jepang berjudul Twenty Four Eyes yang tayang di Festival Film Jepang versi online. Film tersebut mirip banget tema dan nuansanya dengan Laskar Pelangi, membuatku teringat akan rumor negatif tentang Laskar Pelangi. Film Jepang itu sendiri film lawas, tahun 1950an, dan masih hitam putih. Mungkin lain waktu akan akan cerita tentang film tersebut.

Dalam buku ini tim Tempo bercerita tentang pengalaman dan kesan tim penulis selama mengikuti proses syuting Laskar Pelangi, mengamati dan mewawancarai Riri Riza dan para pemeran anak Laskar Pelangi, serta membandingkan versi novel dan adaptasi filmnya.

Bagi pecinta film, khususnya film Indonesia maka buku ini menarik untuk dibaca karena proses adaptasi ke layar lebar tak serta-merta copy paste novel. Bahasa novel dan bahasa visual film agak berbeda.

Kalian bisa membaca buku ini di iJakarta. Bukunya tipis sehingga dalam 1-2 jam bjsa langsung tamat. 

Detail Buku:
Judul Buku: Andrea Hirata, Laskar Pelangi dalam Novel dan Film
Penerbit: Tempo Publishing
Penulis: Pusat Data dan Analisa Tempo
Tahun Terbit: 2019
Tebal Buku: 92 halaman

~ oleh dewipuspasari pada Juli 7, 2025.

Tinggalkan komentar