House dan Holmes

Aku lagi suka nonton series lawas yang durasinya tak begitu panjang tiap episode dan langsung tamat. Akhirnya aku memilih meneruskan lagi menonton series House yang mengisahkan tentang dokter jenius yang menyebalkan. Jika diperhatikan karakter House dan sekelilingnya mirip dengan Sherlock Holmes.

Series House tayang pada tahun 2004-2012 dan terdiri dari delapan musim. Film series yang dibintangi Hugh Laurie ini masih bisa disaksikan di Netflix. Ceritanya tentang tim diagnosa medis di rumah sakit pendidikan Princeton-Plainsboro yang dipimpin oleh dr. Gregory House. Tim pertamanya ada dokter Foreman, Cameron, dan Chase.

Berbeda dengan anggota timnya,. House tidak suka menggunakan jubah dokter. Ia suka mengenakan baju sesuai mood. Kadang-kadang pakai kaus dan berdandan ala rock star.

Ia pilih-pilih kasus dan sering merasa kesal ketika harus melakukan pemeriksaan ke pasien umum ataupun memberikan kelas. Ia juga dikenal sinis, kasar, dan kerap melakukan hal yang kurang etis seperti memaksakan treatment dan tes ke pasien. Meski sering seperti asal tebak penyebab penyakit, ia banyak berhasil menyembuhkan pasien.

Oleh karena sikap House yang seenaknya ia kerap berkonflik dengan anak buahnya, atasannya Cuddy, dan sahabatnya dr Wilson. Ia juga pernah punya musuh yang berniat ingin memenjarakannya karena House ketagihan obat Vicodin. Ia menggunakan obat tersebut untuk meminimalkan nyeri kronis yang dialaminya.

Aku sendiri baru selesai menyaksikan tiga musim. Durasinya tiap episode rata-rata 43-45 menitan. Ada beberapa kasus medis yang menarik yang rupanya memang terinspirasi dari kasus yang benar-benar nyangka. Contohnya kasus medis suami istri yang ternyata kemudian baru diketahui mereka saudara sedarah. Ayah mereka tak pernah cerita sama sekali. Si suami juga tak tahu sama sekali bila ayahnya berselingkuh dengan ibu istrinya.

Kemudian ada kasus parah yang dialami seorang remaja gypsy, eh ternyata gara-gara ada tusuk gigi yang masuk ke tubuhnya dan mengenai organ dalam. Juga ada kasus infeksi yang salah diagnosis sehingga si pasien kemudian meninggal dunia.

Pembahasan kasus medisnya menarik. Sayangnya karakter House memang agak-agak gimana gitu sehingga perkembangan ceritanya tidak sesuai harapan penonton. House seperti menarik orang-orang di sekitarnya untuk ikut tenggelam bersamanya, meski di satu sisi ia juga banyak menolong pasien.

Melihat karakter House, ia memang mirip dengan Sherlock Holmes. Pencipta serial ini, David Shores memang terinspirasi dari sosok Sherlock Holmes yang juga sama-sama jenius di bidang investigasi.

Kemiripan pertama adalah keduanya sama-sama jenius dan metode pemecahan masalahnya tidak umum. Nama House dan Holmes juga mirip apabila Holmes diganti nama jadi Home.

House dan Holmes sama-sama sinis dan termasuk sosok yang sulit didekati dan juga susah berkawan. Kawannya hanya satu yaitu dr James Wilson yang terinspirasi dari dr John Watson. Wilson dan House pernah tinggal serumah seperti halnya Holmes dan Watson.

House sama seperti Holmes kecanduan narkotika. Sherlock Holmes kecanduan morfin dan kokain. Ia juga merokok. Sedangkan House kecanduan Vicodin untuk menghilangkan nyeri kronisnya. Ketika House kehilangan akses obat tersebut ia nampak begitu kesakitan dan mengamuk membabi buta. Pada musim ketiga ia hanya tahan beberapa hari di pusat rehabilitasi.

House dan Holmes juga sama-sama jenius di musik. Holmes sangat piawai memainkan biola. Sedangkan House sering nampak memainkan tuts piano.

Oh ya di series House ada Cameron yang awalnya menyukai House, tapi House menolaknya. Karakter Cameron ini mirip dengan Molly di series Sherlock Holmes-nya BBC yang cintanya juga tak bersambut.

Perkembangan karakter dan cerita series House ini mengejutkan. Ketika aku mencoba langsung melompat ke musim terakhir aku cukup kaget dengan konklusi tiap karakter. Wow segitunya ya. Tragis. Memang harapan si pembuat cerita seperti itu atau karena memang serial tersebut harus segera diakhiri ya???

Gambar: CBR, House Wiki, dan Restless Reason

~ oleh dewipuspasari pada Juli 10, 2025.

Tinggalkan komentar