Saat Malam

Ketika malam mulai sepi, otakku mulai berkontemplasi. Apa yang ingin kumaui. Apa aku ingin itu dan ingin ini. Aku terus bertanya-tanya sambil menunggu rasa kantuk menguasai.

Malam ibarat waktu bermain bagiku. Rasa sepi adalah kawan yang menyuburkan jiwa kreatifku.. Beraktivitas pada malam atau saat dini hari bukan sesuatu yang umum, tetapi saat-saat itu membuatku hidup.

Suatu ketika malam bertanya kepadaku. Seandainya malam ditiadakan apakah kamu bisa tetap hidup dengan nyaman di dunia. Aku kembali bertanya, mengapa kamu bertanya sesuatu yang semut pun enggan menjawabnya. Malam mungkin tak akan menghilang, tapi waktunya bisa memendek tak seperti biasanya.

Andaikata siang berkuasa maka tubuh akan perlu beradaptasi ketika malam begitu pendeknya. Rasanya aneh bukan ketika seharusnya sudah larut malam, tapi masih terang di luar sana?! Namun buktinya ada kalangan manusia yang setiap tahun mengalaminya

Pikiranku masih sibuk dengan percakapan yang cuma ada di benakku. Ayo diamlah, waktunya tidur. Jika belum mengantuk, bacalah atau tonton sesuatu hingga pikiranmu diam, lelah, dan rasa kantuk menyergapmu.

Gambar dari Pheladi Shai

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 7, 2025.

Tinggalkan komentar