Still Glittering dan Isu Kesehatan Mental

Keenam sahabat itu selalu bersama sejak awal mereka masuk SMA hingga 12 tahun kemudian. Setiap tahun setelah lulus SMA, mereka selalu berkumpul minimal satu kali setahun. Hingga pada satu waktu salah satu kawan mereka, Wan’Er tak terlihat. Ketika mereka mencari informasi tentang kawan mereka tersebut, info mengejutkan menyeruak. Apakah selama ini mereka benar-benar berkawan? Cerita manis pahit persahabatan ini tersaji dalam Still Glittering.

Dikisahkan ada enam sahabat, Minchan yang ceria, Yaozhe si chef bawel, Zhiqing yang galak, Jiaqian yang serius, Yilin si penulis pendiam, dan Wan’Er yang santai. Pada saat pernikahan salah satu kawan SMA, mereka janjian bertemu. Hanya Wan’Er yang berhalangan.

Awalnya mereka mengira Wan’Er hanya sibuk. Namun, salah satu guru di sekolah bercerita Pak Bai, guru yang dekat dengan Minchan dkk mengundurkan diri. Alasannya ada alumni yang dulunya murid yang dekat dengan Pak Bai bunuh diri. Ketika Minchan mendengar namanya, ia langsung cemas dan pias. Nama Wan’Er yang disebut.

Cerita tentang Kehilangan dan Persahabatan
Still Glittering menceritakan persahabatan yang manis dan pahit yang mungkin pernah kalian miliki atau masih kalian miliki hingga sekarang. Memiliki kawan masa kecil yang bertahan hingga semuanya dewasa dan menua bersama memang menyenangkan. Walaupun mungkin tak selalu rukun, ada perselisihan, dan lainnya.

Dalam Still Glittering, kelima sahabat langsung terkejut dan rapuh ketika mendengar salah satu kawan mereka itu kemungkinan bunuh diri. Minchan langsung larut dalam penyesalan karena ia terlambat datang ketika ia janjian bertemu di pantai bersama Wan’Er. Yilin merasa gundah karena ia dulu hanya berdiam diri ketika Wan’Er menerima perundungan dari kawan-kawan kuliahnya.

Hal yang sama juga dirasakan tiga teman lainnya. Mereka selalu merasa Wan’Er adalah sosok paling kuat dan paling santai di antara mereka. Mereka sama sekali tak pernah menduga ia mengalami masa-masa yang rapuh.

Yang menarik di komik buatan Sloth ini pembaca diajak melihat masalah Wan’Er dari berbagai sisi, baik dari tiap kawannya maupun dari sisi Wan’Er sendiri. Sementara itu, sesuatu yang menimpa Wan’Er dibiarkan menggantung sehingga pembaca bisa memiliki intepretasi sendiri apa yang sedang dialami oleh Wan’Er.

Selain cerita yang asam manis, gaya visual komik ini begitu apik. Art style-nya punya keunikan tersendiri, begitu juga pilihan paket warnanya yang terang dengan warna-warna pastel. Tiap tokoh juga punya karakter dan keunikan tersendiri sehingga setiap tokoh memberikan warna tersendiri di komik ini.

Tentang apa yang terjadi pada Wan’Er mungkin terdengar sepele bagi yang awam dan tidak pernah mengalami masalah mental. Namun, sebenarnya hal yang dialami Wan’Er ini bisa menimpa siapa saja.

Aku suka bagaimana si pengarang bisa mendeskripsikan dengan baik apa yang dirasakan oleh Wan’Er ketika serangan depresi itu tiba. Ia merasa lelah dan tidak mood melakukan hal-hal yang dulu disukainya.

“… kegelapan yang datang padaku begitu asing dan terlalu tiba-tiba,” ujar Wan’Er

Ia juga berkata dalam surat untuk Minchan. “Mungkin karena sudah terbiasa menutupi semuanya dengan senyuman, saat benar-benar terbenam dalam rasa sakit, aku jadi tidak bisa berkata apa-apa…”

Bagian yang juga membuatku sedih, Wan’Er sempat berkata, “Aku tidak ingin mereka melihatku dalam kondisi rapuh.” Pernyataan ini seperti menguatkan kata-kata ia sebelumnya. “Untuk apa memperlihatkan kelemahan dan kesedihanku kepada orang lain. Biar aku saja yang tenggelam sendiri.”

Huuhuh sebagai pembaca, aku jadi memahami hal yang dirasakan oleh Wan’Er. Ibarat malam gelap yang berkepanjangan.

Surat Wan’Er adalah juga cerita para pejuang yang ingin bangkit dari malam gelap berkepanjangan. “Aku merasa sangat tidak berdaya, tapi juga belum cukup terpuruk untuk berani mengakhiri segalanya.”

Still Glittering adalah salah satu komik Webtoon yang membuatku termenung seusai menamatkannya. Hanya 40 episode, tak terlalu panjang. Bagian surat-surat Wan’Er adalah bagian yang menurutku terbaik selain kenangan masa SMA mereka.

Gambar milik Webtoon/Sloth

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 13, 2025.

Tinggalkan komentar