Piknik di Danau Buatan

Menemukan tempat terbuka hijau tidak mudah di Jakarta. Apalagi di tempat yang padat penduduk. Untungnya di kawasan tempat tinggalku masih ada taman dan hutan kota, meski masih empat kiloan dari rumah. Ada juga danau yang kini makin komersial, makin banyak pedagang.

Jelang petang, sinar matahari di Jakarta masih terik. Mungkin matahari sedang balas dendam karena beberapa hari belakangan langit dikuasai mendung gelap dan sesekali hujan.

Sambil menunggu acara, aku pun jajan lalu duduk di tepian danau. Ada wonton mini dan es susu cokelat. Awalnya aku enggan menyeruput es tapi hawa yang begitu gerah memaksaku untuk meneguknya. Wow Jakarta lagi gerah-gerahnya.

Sudah lama tak piknik pinggir danau, rasanya menyenangkan. Melihat air mancur yang nampak segar dan tanaman yang asri, mataku jadi sejuk dan adem. Sambil bersantap, aku mulai setengah melamun, membayangkan berbagai hal pada acara peringatan tujuh belasan besok dan lusa.

Wontonnya renyah gurih. Ukurannya mungil-mungil. Dari segi rasa dan kualitasnya tak sebanding dengan harganya alias kemahalan. Harga es susu cokelatnya masih agak mendingan . Ehm rata-rata harga makanan minumannya memang mahal, aji mumpung lagi ada acara dan pakai sistem token yang merepotkan.

Makanan minuman sudah ludes. Sebenarnya aku masih ngadem sebentar. Eh asap rokok dari beberapa penjuru kemudian mengusirku. Duh ingin mendapat udara segar di ruang hijau, malah dapat asap beracun.

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 23, 2025.

Tinggalkan komentar