Bikin Bubur Jagung Malam-malam

Suatu malam tiba-tiba aku merasa lapar. Sudah lewat jam delapan malam dan biasanya aku jarang makan terlalu malam. Namun, daripada nanti susah tidur mending makan malam meski terlambat dan rawan endut. Akhirnya aku memasak bubur jagung.

Cara memasak bubur jagung gampang, tapi memang agak merepotkan. Aku lebih suka bubur jagung yang halus daripada yang masih berupa pipilan.

Setelah jagung kurebus, jagung pun kupipil dari bonggolnya dengan pisau. Setelah itu kublender dengan susu vanilla dan gula pasir. Baru kemudian kudidihkan dengan kutambahkan tepung maizena. 

Tak ada takaran. Kugunakan ukuran gula susu, maizena, dan jagung semauku. Setelah bubur mulai mengental, kutambahkan keju. 

Berhubung aku tak punya keju parut, maka kutambahkan keju lembaran yang kupotong-potong. Ya, semuanya asal kemasukan hehehe. 

Setelah matang dan mulai hangat, tidak begitu panas, baru kupindahkan ke mangkuk. Kusendok bubur jagung. Wah enak banget. Gurih, tidak begitu manis, lembut, dengan aroma jagung yang sedap. Enak banget. 

Aku menyantap setengah mangkuk bubur jagung lalu mengerjakan artikel. Setelah artikel selesai, aku mulai kembali lapar. Kuambil semangkuk lagi. 

Enak… ini sungguh enak. Bubur jagung begitu lezat. Aku ingin membuatnya lagi. 

Gambar dari IDN Times (gambar aslinya nggak menarik,  yang ada di bawah) 

~ oleh dewipuspasari pada September 1, 2025.

Tinggalkan komentar