Clara dan Anak Empat

Dua hari berkegiatan saat akhir pekan rasanya menyenangkan sekaligus melelahkan. Namun, karena sampai rumah kelelahan, rumah pun agak terabaikan. Rumah jadi berantakan. Kucing-kucing pun meluncurkan protes karena tak bisa makan lebih dari empat kalinya. Si Clara diam-diam juga memindahkan lagi anaknya.
Kamarku terasa sunyi. Biasanya ada anak kucing muncul dari balik kolong lemari. Aku mengintip. Bersih. Tak ada anak kucing sama sekali.
Kupertajam kupingku. Ke mana kira-kira Clara membawanya pergi. Dugaan kuatku di ruang tengah di belakang lemari. Clara pernah menaruh anaknya juga dulu di sini.
Dugaanku benar. Aku melihat satu-persatu anak kucing nongol dari celah. Mereka nampak senang melihatku, tapi tidak dengan Clara. Ia membawa mereka lagi ke tempat yang sempit dan gelap. Ah Clara.
Tadi aku kasihan melihat keempatnya. Akhirnya kupindahkan ke kardus saja. Clara masih diam saja. Kusogok dengan makanan basah dari kaleng kecil favoritnya. Jangan dipindah-pindah dulu ya Clara.
