Anak Kucing Itu Kembali

Kucing itu kembali

Anak kucing itu kembali. Setelah hampir dua hari hilang, ia kembali muncul dalam rumah, membuatku terkejut juga senang luar biasa.

Sudah dua harian ini aku jadi gelisah dan tak tenang. Aku kuatir sekali akan kondisinya. Kuperiksa seisi rumah kemarin dan tadi. Aku juga keluar gang demi gang mencarinya. Selokan kulihat satu-persatu. Aku kuatir ia terjatuh terpeleset dan tak bisa naik.

Aku cemas sekali. Aku juga merasa bersalah. Sabtu malam ia terus bersender ke diriku hingga aku mengantuk dan meninggalkannya.

Aku belum memberinya nama yang benar. Sementara ini ia suka kupanggil Kaka atau Sipit karena matanya sipit. Mungkin ia akan kuberi nama Snowy atau Kapas.

Warna bulunya mirip dengan Creamy. Ia memang adik tirinya.

Ketika tadi kutemukan, matanya berair dan tidak baik-baik saja. Ia nampak susah melihat. Wajah dan bulu bagian kepala nampak kotor. Nafasnya berat dan ia lapar sekali.

Aku ingin sekali bertanya, kamu dari mana saja? Apa kamu baik-baik saja?

Anak kucing

Setelah kutemukan, wajah dan matanya langsung kubersihkan. Matanya kuberi salep. Setelah makan, ia kuberi obat sirup untuk pilek.

Nanti sebaiknya ia kukandangkan, dengan air minum dan makanan yang cukup. Ia harus bisa beristirahat dengan tenang.

Semoga kembali pulih, pus.

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 20, 2025.

Tinggalkan komentar