Jangeran Puncaki Konser Persahabatan Jepang-Indonesia

Jangeran menjadi nomor puncak konser persahabatan Jepang-Indonesia yang digelar 9-10 Juni 2008 di Balai Sarbini, Jakarta. Perpaduan orkestra dengan irama rancak gamelan Bali ditingkapi dengan tarian cantik dari Anak Agung Gede Ariawan mengundang aplaus penonton.
Memasuki karya Chris Watson ini penonton langsung disuguhi tarian Bali dan irama gamelan yang melankolis. Irama ini kemudian bergeser ke musik klasik dan selanjutnya berpadu selaras antara musik tradisional Indonesia dan orchestra.
Jangeran sendiri lahir untuk menjembatani gap antara barat dan timur. Ia sebuah melodi khas Bali yang diangkat orkes simfoni barat yang selanjutnya ditata kembali dalam berbagai konteks barat yang khas.
Sebelum memasuki nomor puncak ini, penonton yang memadati Balai Sarbini disuguhi nomor pembuka dari Wolfgang Amadeus Mozart “Overture from Opera ‘Le Nozze di Figaro’”. Disusul dengan “First Movement from Symphony No. 5 in C minor op. 67” milik Ludwig van Beethoven.
Panggung kemudian berubah ceria ketika Hitokaro Yazaki, konduktor, memimpin Tokyo City Philharmonic Orchestra dan Nusantara Symphony Orchestra memainkan nomor-nomor cantik Leroy Anderson. Aksi spontan Hitokaro Yazaki dan kejenakaan dalam tiga lagu “The Typewriter”, “Syncopated Clock” dan “Plink Plank Plunk” mengundang tawa penonton, terutama anak-anak.
Konser Persahabatan Jepang-Indonesia sendiri menurut Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Jepang untuk Indonesia Kojiro Shiojiri menandai 50 tahun sejak Jepang dan Indonesia menandatangani perjanjian perdamaian pada 20 Januari 1958. Sejak itu kedua negara membina hubungan yang erat dalam berbagai bidang, termasuk kebudayaan.
”Konser ini salah satu dari rangkaian acara perayaan 50 tahun ini,” ujarnya. “Saya yakin konser ini memiliki arti mendalam dalam menuju setengah abad yang baru guna meningkatkan pertukaran kebudayaan dan saling pengertian antara rakyat Jepang dan Indonesia,” lanjutnya panjang lebar.

yah dewi ku ngikut ja lah