Kisah Mini: Mitha Usik Bawah Sadarku

Catatan Penulis:
Mitha mengetuk-ngetuk pintu bawah sadarku, mencoba berdialog denganku. Aku yang kelelahan dengan status baruku sebagai istri, mencoba  mengabaikannya. Telah banyak masalah menggumpal memenuhi memori otakku, karena itulah aku mengunci pintu bawah sadarku untuk beberapa selang waktu ini.

Mitha tahu pintu bawah sadar itu tak akan bisa terkunci saat aku tidur atau melamun. Ia terus menarik perhatianku di lamunanku. Dan, aku pun mengalah pada sosok cantik yang keras kepala ini.

Mitha tak mau berbasa-basi, ia tahu kesempatan untuk berdialog denganku tipis. Ia memprotesku, kenapa aku seolah-olah mengabaikan dirinya. Telah lebih dari sebulan aku menon-eksis-kan dia. Itu tidak adil bagi dirinya dan semua pendukung kisah “Kisah Cinta Gadis Berambut Ikal dan Boneka Beruang”.

“Aku ingin tahu kelanjutan cerita ini,” ujarnya.
Aku balas bertanya, “Untuk apa?”
“Aku ingin tahu apakah obsesiku itu terwujud atau tidak,” jawabnya.

Mitha, apakah mengetahui ending cerita itu akan membuatmu puas, bagaimana jika ending-nya tragis, kamu tidak akan pernah bertemu  si pangeran beruang.

Mitha menggeleng, itu tidak penting, ujarnya.
“Kalau tidak penting, kenapa Kamu ngotot?” desakku.

Mitha terdiam sebelum menjawab tanyaku.

Itu akan melegakanku, mengetahui semua upayaku. Hal yang menyebalkan adalah jika Kamu dipaksa berhenti tanpa tahu alasan penyebabnya atau jika kamu tidak pernah mengetahui akhir kisahnya, imbuhnya panjang lebar.

Aku tersontak dengan penjelasannya itu. Dia jauh lebih bijak daripada karakter yang kuciptakan. Seperti machine learning, ia belajar dan menjadi pribadi yang kian matang.

“Kamu ingin aku segera melanjutkan kisahmu?”
Ia mengangguk.

“Sang penulis, aku akan bertemu dengan pangeran beruangku. Aku yakin itu”.
Setelah dengan lantang mengucapkan itu, bayangannya kemudian memudar dari benakku.

~ oleh dewipuspasari pada April 5, 2011.

Tinggalkan komentar