Bush: Jagoan Grunge yang Tetap Eksis

bush2

Waktu nulis ini sebenarnya saya sudah memiliki draft tulisan tentang para pendekar musik grunge. Namun, tidak tahu kenapa saya lebih gatal untuk menulis tentang band mas Gavin Rossdale cs, daripada Nirvana (alm) atau menyelesaikan tulisan tentang grunge. Yup, Bush di awal kehadirannya dianggap mengekor Nirvana dengan musik ala grunge-nya. Tapi benarkah mereka Nirvana wanna be?

Video klip Bush yang menyita perhatian saya sewaktu kelas 2 SMP adalah Greedy Fly. Videonya keren banget, tentang semacam monster yang tinggal di underground dan diburu-buru banyak pihak. Musiknya suram dan tidak umum pada masa itu.

Berbeda dengan lirik om Kurt Cobain yang cenderung ngasal, liriknya lebih tertata dan gelap. Dinamika musiknya keren, ada bagian jeda dengan gitar yang memperkuat cerita dalam lagu ini. Bahkan karena sukanya dengan video dan lagu ini saya terus menebak-nebak, ini soundtrack film apa sih? Dulu saya mengiranya The Crow, karena cocok banget apabila jadi soundtrack film ini.

Do you feel the way you hate

Do you hate the way you feel

Always closest to the flame

Ever closer to the blade

I am poison crazy lush

Built these hands to lift me up

We are servants to our formulaic ways

I’m s c r e a m i n g s d a i s i e s

From 14 miles away

I’ve got my own time

Got it all today

Make up your mind

   I need some help

   To find this mind

Setelah mendengar lagu ini baru saya berburu lagu-lagu Bush. Beruntung, mas Ari, kakak saya, punya teman yang doyan mengoleksi lagu rock dari rock klasik hingga rock modern. Saya request kaset Bush, dan saya mendapatkan album Bush pertama (Sixteen Stone, 1994) dan kedua (Razorblade Suitcase, 1996), yang berisi Glycerine, Everything Zen, Little Things, dan Swallowed.

Lagu Everything Zen adalah lagu yang mempopulerkan Bush di jagat musik rock dunia. Dan lagu Glycerine makin membuat grup ini disandingkan dengan Nirvana. Menurut saya Everything Zen masih termasuk standar, hanya suara Gavin Rossdale sebagai vokalis dan pentolan band yang khas. Dan Glycerine yang mendapat award dari MTV menurut saya tidak terlalu greget kecuali alunan cello-nya.

Baru lagu berikutnya ” I bleach the sky every night” alias Little Things lebih menggigit. Musiknya lebih berwarna, tidak terlalu bernuansa suram, meski liriknya muram. Swallowed yang lebih populer malah menurut saya terlalu kalem untuk ukuran Bush.

Oh iya Bush itu adalah band yang berasal dari London, Inggris tahun 1992.Band ini digawangi oleh empat personel, Gavin Rossdale, Nigel Pulsford (gitar), Dave Parsons (bas), Robin Goodridge (drum). Band ini pernah tampil bersama No Doubt, jadinya tak heran apabila antar vokalis (Gavin-Gwen) kemudian  menjalin hubungan romantis hingga ke jenjang pernikahan.

Bush vs Nirvana? Ehm menurut saya, musik ini berbeda, meski sama-sama grunge, yaitu adanya distorsi gitar dan nuansa musik yang kelam. Nirvana itu musiknya memang enak, aneh, dan unik, meski liriknya kadang ngasal dan semaunya. Contoh Milk it dan Rape me. Lagu terakhir itu musiknya enak didengar, easy listering, tapi judul dan liriknya parah banget.

Pasca Grunge

Setelah Swallowed, band ini lama tidak terdengar. Ini memang tidak mengherankan karena pasca tahun 1997, grunge telah dikalahkan oleh serbuan British alternatif dan kemudian oleh rock industrial seperti nu metal atau hip metal. Saya waktu itu juga mengira nasib Bush sudah tamat.

Namun, Bush memilih bertahan dengan lebih menyesuaikan musik mereka. Ya, mereka memilih untuk sedikit berkompromi dengan pasar.  Ini terlihat pada lagu bertajuk Adrenaline, soundtrack film triple X. Nuansa grunge-nya pada lagu ini sudah tidak terlihat, hanya suara khas Gavin yang membuat tetap dikenali. Lagunya lebih industrial tapi saya cukup senang melihat band ini tetap eksis. Chemicals Between Us pada Album The Science of Things ini mirip dengan lagu Adrenaline, cuma dikemas lebih bernuansa elektronik. Karena keberhasilan album ini mereka didapuk menjadi pengisi Woodstock 1999.

Inflatable Lagu Terbaik Pasca Greedy Fly

Album berikutnya, Golden State, yang dirilis tahun 2001 menjadi tahun terakhir kebersamaan Bush sebelum mereka bubar. Single pertama, “The People that We Love” menurut saya sih standar, kurang menggigit.  Untunglah lagu berikutnya sangat menarik. Lagu yang menurut saya terbaik pasca Greedy Fly, yakni Inflatable.

bush

Lagu yang menjadi soundtrack serial Smallvile ini dikemas kalem. Liriknya melankolis nan romantis. Saya tidak menyangka bila Bush bisa tampil mellow dan tetap bagus. Video klipnya juga oke. Dan meski bang Gavin cs tidak lagi muda, mereka nampak ganteng dengan pakaian rapi di video klip lagu ini. Bush jarang tampil akustik, dan di versi akustik,  mereka sangat berhasil. Vokal Gavin terdengar jelas di sini, dengan serak beratnya yang macho. Solo gitar saat jedanya pun memperkokoh suasana melankolis.

It’s like i’ve come undone

And i’ve only just become

Inflatable for you

Pada tahun 2011 Bush kembali merilis album dengan personel baru, yaitu Robin Goodridge (drum), Chris Traynor (gitar), dan Corey Britz (bas). Album The Sea of Memories menurut saya sih tetap bagus sih, tapi biasa saja, belum ada single-nya yang sebagus Greedy Fly atau Inflatable. Tapi saya percaya Gavin cs masih bisa membuat album yang keren nantinya.

Lagu Terbaik Bush:

1. Greedy Fly

2. Inflatable

3. Chemical beetwen us

4. Little Things

5. Glycerine

~ oleh dewipuspasari pada April 6, 2013.

3 Tanggapan to “Bush: Jagoan Grunge yang Tetap Eksis”

  1. Kalo aku ga ngerti Pus mana yang grunge mana yang british alternative ato apapu. Jazz aja juga tahunya jazz. Ga ngerti aliran apa. Behehehehe. Pokoke enak didengerkeun. Maturnuwun Pus. Jadi tahu soal Bush. Hehehehe. Telat banget yak

    • Sama Dan, pengetahuanku tentang musik cuma seputar rock, kalau jazz nol. Aliran rock juga tahunya cuma rock klasik, rock n roll, hard rock/metal, underground, grunge, punk, alternatif, nu metal/hip metal, industrial, dan emo. Kalau ditanya tentang trash metal, black metal, speed metal, death metal dll aku masih bingung bedain soalnya jarang dengar. Dulu aku pernah punya majalah yang bahas aliran-aliran tersebut detil dan radio Wijaya FM di Surabaya kadang memutarnya, cuma kupingku nggak terima. Busyet setelah mendengar aliran-aliran death metal dll, dengar Metallica dan Korn jadinya kayak musik pop.

      Grunge itu dikenali dengan gaya musiknya yang kaya distorsi, nuansa yang muram, dan gaya bernyanyi yang seperti malas-malasan (ga niat). Mereka membawa budaya jeans belel, moshing, merusak alat musik setelah konser, grafiti, dan anti kemapanan. Contoh band paling populer yaitu Nirvana. Kalau musik alternatif itu menurutku tengah-tengah antara pop dan rock. Bandnya juga rata-rata berpenampilan manis dan baik-baik. Dulu ada serbuan musik alternatif dari Inggris, seperti Oasis dan Blur. Lainnya, ada Ash juga Plastic di Indonesia.

Tinggalkan komentar