Adira FOI: Susur Gua Pindul dengan Tubing

Camera 360

Berwisata menyusuri gua tengah marak di kalangan pecinta jalan-jalan. Apalagi di daerah perbukitan kapur alias karst, Gunung Kidul yang terletak di Yogyakarta. Ada banyak gua yang menarik untuk disusuri, mulai dari Gua Grubug, Gua Jomblang, Gua Kalisuci hingga Gua Pindul. Namun, pilihan saya kemudian berlabuh ke Gua Pindul karena lokasinya yang paling mudah dituju. Wah bayangan asyiknya menyusuri gua dengan tubing pun sudah di depan mata.  Berikut artikel saya yang pernah saya kirim ke Adira FOI.

Menuju Gua Pindul

Dari tempat penginapan saya yang berada di daerah Wonocatur menuju Gua Pindul yang terletak di desa Bejiharjo, Wonosari tidaklah sulit. Perjalanan hanya memakan waktu sekitar satu jam dengan menyewa motor. Informasi menuju Wonosari juga mudah dicari.

Nah, setelah melalui gapura selamat datang di Kota Wonosari, ada banyak warga setempat yang mau mengantarkan wisatawan melalui rute yang lebih dekat dengan tarif yang wajar. Apabila Anda hanya ingin bertanya tentang rute, mereka juga akan berbagi informasi dengan sukarela.

Bersiap-siap

Setelah tiba di Gua Pindul kami berdua mendaftarkan diri di loket. Ada beberapa pengelola di sini dengan paket wisata yang beragam. Ada yang menawarkan cave tubing Gua Pindul saja, tapi ada juga paket wisata gua sehari penuh. Kami memilih cave tubing Gua Pindul yang berdurasi sekitar 45-60 menit dengan biaya Rp 30 ribu/orang.

Setelah mendaftar, kami diberi loket untuk menyimpan barang. Lalu kami menggunakan sepatu karet yang anti air dan pelampung sebagai pengaman. Kami juga diminta membawa sendiri ban besar yang akan kami gunakan untuk tubing.

Camera 360

Wah jalan kaki menuju pintu masuk gua dengan membawa ban besar rupanya merepotkan dan membuat saya menitikkan keringat. Akhirnya pasangan yang membawakan. Setelah tiba di mulut gua, kami telentang dengan santai di atas ban dan membiarkan arus sungai membawa kami masuk ke dalam gua.Perjalanan susur gua pun bermula.

Camera 360

Gua Pindul yang Cantik

Saya sudah ketiga kalinya menyusuri gua, namun belum pernah dengan melakukan tubing. Menurut si pemandu, ban membantu bergerak dan menikmati perjalanan, apalagi bagi mereka yang tidak bisa berenang karena kedalaman sungai bawah tanah bisa mencapai 12 meter. Bagian terdalam tersebut ada di zona gelap abadi.Hiih sudah gelap, airnya dalam. Khayalan aneh-aneh pun berkeliaran di benak saya.

Camera 360

Sambil bergerak perlahan, saya mengagumi stalaktit dan stalagmit yang telah terbentuk ribuan tahun. Ingatan saya melayang ke gua-gua alam di Pangandaran yang memiliki ornamen gua yang mirip namun tanpa sungai bawah tanah.

Camera 360

Si pemandu lalu menjelaskan beberapa ornamen gua. Ada yang jika diketuk berbunyi nyaring jernih, ada tetesan air yang dipercaya memberikan kecantikan bagi pengunjung wanita, ada juga sarang kelelawar yang asyik tidur, serta sarang burung walet.

Ia lalu membantu mengarahkan ban kami ketika melalui zona gelap. Setelah melalui zona gelap yang singkat, kami dipersilakan untuk melepas ban dan berenang. Jika enggan, ia tidak memaksa. Dan memang ada beberapa pengunjung yang terjun dan kemudian asyik berenang.

Camera 360

Saya pun ikut-ikutan berenang. Wah airnya sejuk dan segar. Saya berenang menuju pintu keluar yang tidak jauh lagi. Rupanya jarak perjalanan kami hanya sekitar 300 meter. Karena asyiknya menikmati keindahan ornamen gua maka waktu 45 pun terlewat. Hemmm saya jadi ingin menyusuri gua lainnya suatu hari.

Camera 360

Sekedar catatan, wisata Gua Pindul ini sekarang menjadi tujuan wisata favorit. Jadi kalau ke sini sebaiknya jangan long weekend atau datanglah pagi hari, sekitar jam 9 sudah di tempat.Karena pada saat long weekend atau di atas jam 10, pengunjung sangat melimpah, sehingga antrian ke kamar mandi, ke gua, dan parkir kendaraan sangat merepotkan dan membuat kurang nyaman.

sumber: http://www.adirafacesofindonesia.com/article.htm/1763/Susur-Gua-Pindul-dengan-Tubing

~ oleh dewipuspasari pada Juli 8, 2014.

Tinggalkan komentar