Adira FOI: Ojek Off Road Menuju Curug Sawer

curug sawer2

Di Sukabumi ada banyak tempat wisata. Salah satunya adalah Curug Sawer yang berada di Kawasan Situ Gunung, kaki Gunung Pangrango. Ada satu hal yang berkesan bila menuju ke sana. Anda harus mencobai tantangan off road dengan motor melalui jalan-jalan mendaki dan bertepi jurang. Perjalanan ini saya lakukan dua tahun lalu dan masih saya kenang aksi petualangannya. Berikut tulisan saya di Adira FOI.

Pengalaman ini saya kemas seminggu lalu bersama ketiga rekan. Jarak yang lumayan jauh dan kondiai lalu lintas yang macet di beberapa titik di Sukabumi membuat kami terhempas selama kurang lebih lima jam di perjalanan dari Jakarta menuju Situ Gunung.

Hujan deras dan kabut menyambut kehadiran kami di Cisaat membuat saya dag dig dug. Jauh-jauh lima jam lebih kalau tidak bisa menikmati pemandangan Situ Gunung rugi juga. Namun, alam memang sulit diperkirakan. Memasuki loket Situ Gunung hujan mendadak sirna dan kabut pun menyingkir. Saya terbengong-bengong sekaligus senang dengan perubahan cuaca ini.

curug sawer3

Setelah mengisi perut dengan mie dan kopi yang hangat, kami siap menikmati panorama danau dan air terjun. Jalanan menuju danau berbatu-batu menurun dan tidak begitu jauh. Tak sampai 15 menit kami telah disuguhi pemandangan danau yang tenang.

Air danaunya berwarna kehijauan. Di sekitar danau nampak satu perahu dan satu rakit yang bisa disewa untuk berkeliling danau. Adapula arena outbound seperti flying fox yang sengaja rutenya melintasi atas danau. Melihat danau ini saya seperti melihat danau yang berada di dekat perpustakaan UI. Mirip namun lebih luas. Saya bayangkan seandainya ada kabut di sekitar danau maka panoramanya akan lebih dramatis.

curug sawer

Setelah beberapa saat beristirahat di tepian danau, kami berniat untuk menyambangi air terjun. Sebenarnya ada dua curug, Cimanaracun dan Sawer. Air terjun Cimanaracun berukuran mini dan lokasinya tidak jauh dari danau. Curug ini terpaksa kami abaikan untuk menghemat waktu.

Setelah menimbang-nimbang waktu, kami pun sepakat untuk menyewa jasa ojek untuk ke Curug Sawer. Setelah kami tawar, harga Rp 30 ribu pulang pergi pun disepakati. Ojek pun melaju kencang.

Ojek saya yang dikendarai oleh Yudi melaju paling kencang. Ia rupanya sudah begitu mengenal medan, sehingga tidak memperlambat laju motor meski jalanan terjal dan berbatu.

Curug Sawer ternyata tidak selokasi dengan danau, kami melewati pintu loket menuju seberang danau. Setelah menyeberangi sungai kecil, jalanan menanjak. Inilah waktunya nyali kami diuji. Yudi dengan lincah mengendalikan motornya melewati jalanan terjal nan sempit. Ketika saya menoleh ke kiri, tidak sampai 50 centi dari saya adalah jurang. Fuih fuih deg-deg degan juga. Tapi pemandangannya indah, mau tak mau saya asyik menoleh ke kiri menikmati pemandangan.

Jalanan menuju ke atas agak licin sehabis diguyur hujan sehingga motor kadang merosot. Saya semakin was-was. Tapi untunglah di depan sudah terlihat pintu masuk. Saya pun lega. Dari pintu masuk, kami jalan menurun. Tidak lama terdengar bunyi gemuruh. Wah asyik, air terjun sudah dekat.

Curug Sawer tidak terlalu tinggi, namun alirannya deras. Selain kami, ada rombongan anak sekolah yang asyik berenang dan berfoto-foto dengan latar belakang air terjun. Saya pun tidak mau kalah, asyik memotret-motret sembari menikmati percikan air.

Puas mengambil foto kami berjalan pulang. Perjalanan kembali ternyata lebih berat karena harus berjalan menanjak. Di pintu masuk, si Yudi, telah menanti. Wah berojek pulang lebih seram daripada mendaki. Jalanannya menurun, dan si Yudi harus bersiap-siap mengerem jika ada motor yang berpapasan. Meski naik ojek ber-off road agak seram, namun memberikan sensasi berbeda dengan perjalanan dengan jalan kaki yang biasa saya lakukan.

sumber tulisan: http://adirafacesofindonesia.com/article.htm/864/Ojek-Off-Road-Menuju-Curug-Sawer

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 6, 2014.

Tinggalkan komentar