Sebelas Patriot: Nasionalisme ala Pecinta Bola

sebelas patriot-goodread

Mumpung masih berbau hari kemerdekaan, saya akan bahas buku terbaru Andrea Hirata yang bertajuk Sebelas Patriot. Buku ini masih bercerita tentang seputar Ikal, tokoh utama dalam tetralogi Laskar Pelangi. Namun, kisahnya bukan tentang pendidikan di Belitung, namun bagaimana para pemuda Belitung memaknai sepakbola terkait dengan nasionalisme.

Kisah diawali dengan pertandingan sepakbola yang ditonton beramai-ramai oleh warga kampung Ikal. Ia sendiri ikut menonton bersama dua temannya, Mahar dan Trapani, dua tokoh yang juga sering muncul di buku pertama tetralogi Laskar Pelangi. Bersama ayahnya, ia naik sepeda untuk menonton pertandingan olahraga yang sangat digemari warga kampungnya.

Ayahnya sendiri adalah penggemar bola. Dan ketika Ikal menemukan foto lusuh yang disembunyikan ibunya, ia tahu rahasia terbesar ayahnya. Rupanya ayahnya dulu merupakan bintang sepakbola di kampungnya bersama dua kakaknya. Bahkan mereka berani menantang tim yang dibentuk penjajah Belanda yang ada di Belitung. Padahal, pantang mengalahkan tim Belanda. Jika berani maka hukumannya tak terkira.

Dari sudut pandang Belanda, akan berdampak besar jika tim kesebelasan para pribumi mengalahkan kesebelasan mereka. Bukan sekedar menang atau rugi di pertandingan, melainkan juga menumbuhkan semangat nasionalisme dan bisa mengobarkan perlawanan. Itu juga yang sekiranya menggelorakan ayah Ikal dan kedua abangnya untuk ikut pertandingan final mengalahkan kesebelasan Belanda. Mereka tak takut meskipun nyawa mereka menjadi taruhan.

Cerita kemudian bergulir dimana Ikal setelah mendengar cerita ayahnya dari seorang pemburu tua, kemudian tergerak untuk mengikuti seleksi menjadi pemain PSSI. Ia mulai di tingkat kampung sebagai pemain sayap kiri dan kemudian diperkenalkan dengan strategi buah-buahan oleh pelatihnya. Ada banyak hambatan untuk mewujudkan mimpinya dan Ikal terus terdorong oleh semangat ayahnya.

Berbeda dengan tetralogi Laskar Pelangi dan dwilogi Padang Rembulan, buku Sebelas Patriot ini terbilang tipis. Tak kurang dari dua jam buku ini habis dilahap. Terlalu sedikit bagi saya untuk menjelaskan apa itu sebelas patriot? Mengapa cerita hanya berfokus pada trio ayah dan kedua paman Ikal, siapa delapan pemain lainnya? Sayangnya hal ini tidak diuraikan di buku ini sehingga ceritanya kurang  dalam. Sekiranya cerita berfokus pada zaman Ikal, juga tidak disebutkan sembilan pemain lainnya, selain temannya, si Mahar. Ya, cerita hanya berfokus di Ikal dan Ikal. Cerita ayahnya menurut saya malah hanya sekedar pelengkap.

Saya belum bosan dengan Andrea Hirata. Meskipun tujuh bukunya berfokus pada sosok dirinya. Gaya bahasanya itulah yang membuat pembaca seperti saya tak kunjung bosan. Ada unsur jenakanya seperti dalam buku ini adalah filosofi buah-buahan milik pelatih Toharun. Pisang untuk tendangan pemain sayap sehingga menghasilkan tendangan yang melengkung. Durian runtuh bagi kiper agar kuat membendung serangan dan nangka bagi pemain belakang agar tidak mudah digeser atau ditembus lawan. Sisi humornya unik.

Namun jika Anda sudah membaca seluruh buku Ikal, akan banyak menjumpai plot hole dalam tujuh bukunya,  terutama dalam hal kronologi. Saya sendiri bingung dimana menempatkan kisah Sebelas Patriot ini dalam cerita Ikal sebelumnya. Apakah masuk di Laskar Pelangi ataukah di buku keduanya? Memang buku ini menyebut tentang Mahar dan Trapani, temannya yang masuk dalam Laskar Pelangi. Juga menyebutkan tentang perjalanan ke Spanyol dimana Ikal juga menempuhnya di Edensor. Dua hal itulah yang menjadi benang merah antara buku Sebelas Patriot dan buku Andrea lainnya.

Di luar keterbatasan itu, Anda akan menemukan alasan-alasan mengapa para penggemar bola tetap banyak dan mulai digemari wanita. Mengapa GOR Senayan selalu ramai  jika ada pertandingan melawan klub atau timnas asing padahal timnas Indonesia juga tak selalu menang?

Detail Buku:
Judul : Sebelas Patriot
Penulis :Andrea Hirata
Penerbit : PT Bentang Pustaka
Tebal Buku : 112 halaman
Rating : 7/10

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 19, 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: