Lima Pulau Ini Kujangkau dengan Kapal Ferry yang Makin Asyik

Suatu ketika kakak perempuanku mengajak berwisata ke Lampung. Menyeberang pakai kapal ferry yuk, biar anak-anak pernah merasakan naik kapal laut. Aku mengangguk setuju. Dengan perjalanan tersebut maka sudah ketiga kalinya aku menyeberang dengan kapal ferry ke Lampung. Tetap menyenangkan dan menjadi sebuah cerita baru.
Aku suka melakukan perjalanan dengan beragam mode angkutan. Perjalanan darat, laut, maupun udara sama-sama memiliki cerita dan poin plus minusnya. Setiap perjalanan itu kukenang dan kemudian ceritanya kubagikan agar kisahnya bisa dibaca anak cucuku kelak.
Perjalanan dengan lautan memiliki keistimewaan tersendiri. Jumlah perjalanan yang pernah kulakukan dengan mode transportasi ini tak sebanyak mode transportasi lain. Padahal Indonesia adalah negara bahari dan memiliki pulau yang tak sedikit. Pada masa dulu pelaut Indonesia juga begitu disegani. Alhasil rasanya aku masih ingin menjelajahi sekian persen pulau-pulau tersebut dengan kapal ferry.
Perjalananku dengan kapal ferry masih kurang di bawah angka tigapuluh. Baru lima daerah yang pernah kujangkau dengan pelabuhan yang dikelola oleh ASDP Indonesia Ferry. Kelima daerah tersebut adalah Lampung yang merupakan salah satu gerbang Pulau Sumatera, Pulau Bali, Pulau Madura, Pulau Karimunjawa dan Pulau Sumbawa. Di antara kelima daerah tersebut yang paling sering kutempuh dengan kapal ferry adalah Pulau Madura, disusul menuju Sumatera, Bali, Karimunjawa dan Pulau Sumbawa.

Dari pelabuhan Karimunjawa masih lanjut naik kapal jika ingin ke wisma terapung
#AsyiknyaNaikFerry
Setiap perjalanan tersebut memiliki cerita yang berkesan. Perjalananku bersama kapal ferry kulakukan saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Aku ikut perjalanan wisata kakak menuju pulau garam. Wah senangnya masa itu melihat kapal laut yang besar untuk ukuran kanak-kanak. Kami kemudian berlarian kesana kemari hingga Ibu was-was, lalu meringkuk ke bangku penumpang karena takut mual.
Ketika pulau Madura semakin terlihat kami pun melupakan rasa mual. Aku dan kakak ikutan bersorak, tak sabar untuk mendarat di Pelabuhan Kamal, Madura. Meskipun hanya sejaman di Madura dan kemudian kami kembali ke pulau Jawa melalui gerbang Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pengalaman pertama naik kapal ferry itu tak terlupakan.

Enam jam ke Karimunjawa lumayan melelahkan juga tapi seru, juga bisa dapat kawan baru

Ferry menuju Bali bisa memilih duduk di bagian atas
Perjalanan berikutnya dengan kapal ferry lebih jauh. Kami anak-anak yang akan lulus sekolah menengah pertama menuju pulau Dewata. Selama berjam-jam menempuh perjalanan darat rasanya begitu antusias untuk menyeberang dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk dalam waktu sekitar sejaman.
Kenangan itu terulang ketika aku dewasa dan hendak mengikuti konferensi teknologi informasi komunikasi di sana. Karena anggaranku terbatas maka aku memilih mode penyeberangan selat. Tiketnya murah meriah dari Banyuwangi menuju Denpasar pulang pergi dengan bus dan kapal ferry tak sampai seratus ribu rupiah. Kapalnya makin bagus dan nyaman. Aku naik ke atas geladak memandang lautan yang terhampar. Ah perasaan itu kembali hadir, rasanya begitu senang melihat pulau dewata semakin besar, seolah menyambut kehadiran.
Lampung kemudian menjadi tujuan yang kesekian kalinya dan tak pernah membosankan. Tujuanku ke Lampung selalu berbeda, dari Anak Gunung Krakatau, jelajah perkebunan kopi, hingga jelajah pantai-pantai menawan.

Kapal ferry siap mendarat/berlabuh

Menuju Bali dengan kapal ferry

Menuju Bali start dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi
Fasilitas di dalam kapal semakin lengkap dan dikelola dengan seksama. Ada kabin-kabin untuk beristirahat, ada ruangan untuk menonton TV bersama dengan kantin yang nyaman. Kedua keponakanku nampak antusias dan senang merasakan pengalaman dengan kapal ferry. Perasaan yang mungkin tak jauh berbeda dengan yang kurasakan masa kanak-kanak.
Perjalanan ke Karimunjawa juga menjadi catatan tersendiri karena waktunya cukup lama, yakni sekitar enam jaman. Kami berangkat dari Jepara menuju kepulauan yang indah di utara Jawa Tengah.
Baru lima pulau yang pernah kujelajahi dengan kapal ferry. Dari kelima pulau tersebut dan pelabuhan yang pernah kusinggahi, aku masih terkenang akan keelokan Pelabuhan Poto Tano di Pulau Sumbawa.

Bangku penumpang di kapal ferry menuju Poto Tano
Perjalanan menuju Pulau Sumbawa ini menjadi sebuah perjalanan tak terlupakan. Aku melakukan perjalanan ini sendirian dan kali pertama. Tapi, aku merasa aman dan nyaman. Di Pelabuhan Kayangan yang dikelola ASDP Indonesia Ferry aku membeli tiket dengan mudah dan informasinya lengkap. Setelah memasuki kapal, aku pun duduk nyaman bersama penumpang lainnya.
Ah aku tergelak mengingatnya. Ada panggung hiburan dangdutan, ada juga penjual susu kuda liar dan nasi bungkusan. Mereka tak menggangguku yang asyik memandangi pulau-pulau kecil yang kami lewati. Ketika kapal ferry yang kunaiki akhirnya tiba di Pelabuhan Poto Tano aku takjub akan keindahan lanskap Pulau Sumbawa. Demikian indah. Aku memandangi matahari terbenam hingga tuan rumahku datang.

Indahnya Sumbawa dan bisa dicapai dengan kapal ferry
Perjalanan dengan Ferry Makin Praktis dengan e-Ticketing
Kini perjalanan dengan kapal ferry semakin mudah dengan inovasi yang diluncurkan oleh ASDP Indonesia Ferry. Layanan tersebut adalah e-ticketing. Jika aku selama ini membeli tiket langsung di pelabuhan, kini cukup memesannya selama di rumah dan menunjukkan e-ticket tersebut ketika masuk ke jalur penumpang.
Aku belum mencobanya dan penasaran dengan pengalaman-pengalaman traveler yang kubaca di akun instagram ASDP indonesia Ferry. Ada yang bercerita fitur ini sangat mudah dan praktis, tinggal klik waktu dan jumlah tiket. Kemudian pembayarannya bisa menggunakan kartu debet atau kartu kredit. Di sini juga ada kejutan promo dan tiketnya juga akan dikirimkan via email serta tinggal ditunjukkan, tidak perlu repot-repot mencetaknya. Wah praktis.

Naik kapal ferry asyik
Aku pun mencobanya. Aku mencoba untuk memasukkan tujuan Pelabuhan Labuan Bajo dari Pelabuhan Sape. Hehehe siapa tahu suatu saat bisa kesana. Aku tinggal pilih waktu dan jumlah tiketnya.
Setelah memasukkan pelabuhan asal dan tujuan maka kemudian muncul jadwal keberangkatan. Rupanya belum semua pelabuhan tersambung dengan layanan tiket online. Aku mencobai pelabuhan di Jawa yaitu dari Merak menuju Bakauheni. Ya bisa, harga tiket dan pilihan jadwalnya tersedia. Setelah memilih jadwal maka aku kemudian diminta memasukkan identitas dan alamat email. Baru kemudian lanjut ke proses pembayaran. Wah ke depan mudah-mudahan seluruh pelabuhan sudah bisa menggunakan e-ticketing. Eh dari layanan pemesanan tiket ini aku baru tahu jika ada layanan ASDP dari Pelabuhan Muara Angke ke Pulau Untung Jawa.

Bisa reservasi tiket kapal online

Setelah pilih pelabuhan asal dan tujuan maka akan keluar jadwal dan biaya

Pilih jamnya

Isi identitas penumpang
Wah prosesnya memang mudah dan praktis. Bikin makin asyik naik kapal ferry dengan tagline “Bridge The Nation”
Gambar: dokumen pribadi

Sipp banget naik ferry mah. Ga suka kalo ga pernah coba…
Seru sih naik ferry. Ga suka kalau perjalanannya terlalu lama dan ombaknya tinggi hehehe.
Keren banget. Kalau lama tinggal di perkotaan, pengalaman begini jarang-jarang bisa dinikmati. terimakasih Infonya!
Haha iya kalau keseringan di kota jadi pengin lihat laut dan sawah.
Wah asyik tuh naik ferry, aku baru 2 pulau
Jawa dan Sumatera ada ditulisanku 👉
Wah kalau dari Sulut ke Jawa dan Sumatera pakai kapal laut jauh juga ya.
Ha..ha.., cuma dari Jawa ke Sumatera. Klau ke Sulut pake kapal yg ada sayapnya dan sayapnya ga bisa tekuk..😀😀😀
Hehehe iku kapal mabur
Ha..ha..ha, kapal mabur..😄😄😄