Hari Blogger Nasional, Kualitas vs Kuantitas

Sehari sebelum peringatan Sumpah Pemuda, Indonesia memeringati hari besar nasional yaitu Hari Blogger Nasional. Ini merupakan tahun keempat sejak dicanangkannya hari istimewa bagi para blogger tersebut. Adakah harapan besar Kalian terhadap peringatan tersebut?

Wah mengapa blogger sampai perlu dibuatkan hari khusus? Menurutku hal ini dikarenakan blog dan blogger itu adalah sebuah fenomena. Blogger telah mewarnai negeri ini baik dari segi konten internet, unsur edukasi, unsur marketing, dan membantu dalam hal penyampaian informasi serta dan sebagainya.

Siapa kira jika wadah yang dulunya dianggap sekedar medium untuk curhat bisa menjadi sebesar ini dan fungsinya juga bervariasi. Bahkan ada pembahasan tentang bagaimana jurnalis dan media besar was was akan keberadaan blogger. Hemmm kalau yang ini mungkin agak berlebihan karena pemberitaan ala jurnalis biasanya berbeda dengan ala blogger. Saling melengkapi.

Aku masih ingat dulu blog mulai hadir di Indonesia sekitar tahun 2005. Awalnya berupa semacam note di friendster kemudian ada multiply. Baru kemudian muncul wordpress dan blogspot, yang terakhir adalah tumblr. Seiring dengan kehadiran platform tersebut juga muncul media blog keroyokan seperti Suara Warganya Suara Merdeka kemudian ada Kompasiana, Indonesiana, Blog Detik, blognya Liputan6 dan sebagainya. Ada di antara platform dan media tersebut yang berguguran tapi banyak pula yang masih eksis hingga saat ini.

Jika diadakan sensus blog mungkin sekarang sudah lebih dari dua juta blog di Indonesia. Atau bisa jadi 5 juta atau malah 10 juta. Jumlahnya memang terus melejit apalagi ketika orang-orang tahu bahwa ada manfaat lain dari ngeblog selain sekedar menulis.

Generasi pertama ngeblog adalah mereka yang kontennya organik. Mereka menjadikan media blog sebagai wadah untuk menuangkan kegelisahan dan pendapat. Dibaca ataupun tidak ada pengunjung tak masalah. Mereka hanya menjadikan kegiatan ini sebagai hobi.

Kemudian muncul era komunitas blog. Awalnya komunitas blog juga sekedar ajang senang-senang, berbagi tautan dan saling berkomentar.

Lalu muncul era berikutnya yaitu era komersil. Rupanya menjadi blogger mendatangkan rupiah yang lumayan. Blog bisa menjadi salah satu corong pemasaran dan informasi tentang berbagai produk. Muncullah era monetize. Pada era inilah blogger makin tumbuh subur. Yang dulunya tidak punya blog karena tertarik dengan peluangnya maka mulailah membuat blog. Sayangnya ada yang hanya mengandalkan konten komersil sehingga isi blognya seperti iklan baris. Padahal akan lebih menarik jika diselang-seling antara konten organik dan konten komersil.

Sejak era monetize jumlah blogger bertumbuh luar biasa. Hampir di setiap acara peluncuran produk juga diundang blogger, selain tentunya para jurnalis. Meski juga ada influencer lainnya seperti selebtweet dan selebgram, tapi kehadiran blogger tetap dirasa perlu. Pasalnya tulisan rata-rata lebih awet daripada konten media sosial lainnya.

Dengan semakin meningkatnya blogger maka tentunya literasi menulis dan membaca di Indonesia akan semakin meningkat. Oleh karena menulis jika memerlukan data dan wawasan sehingga blogger juga perlu untuk rajin-rajin memutakhirkan wawasan dan meningkatkan diksinya dengan banyak-banyak membaca.

Selama ini indonesia dianggap negara yang malas untuk membaca apalagi menulis. Mungkin dengan semakin tumbuhnya blogger maka kebiasaan membaca dan menulis akan lebih meningkat.

Omong-omong tentang blogger vs jurnalis menurutku jurnalis dan media mainstream tak perlu kuatir karena blogger dan jurnalis tidak saling bersaing. Gaya bercerita dan gaya pemberitaan mereka berbeda. Gaya bertutur blogger menurutku lebih mirip dengan tulisan kolom atau feature sehingga jika jurnalis sudah tak asing dengan hal tersebut maka ia juga bisa menjadi keduanya, menjadi jurnalis sekaligus blogger. Namun biasanya tak sekaligus dalam satu waktu karena jurnalis dituntut untuk lugas saat menulis straight news.

Ke depan aku yakin blogger akan tetap diperlukan. Menjadi blogger peluangnya akan semakin terbuka, seperti menjadi pembicara di bidang tertentu, menulis buku hingga menjadi pembuat skenario film dan sebagainya.

Selamat Hari Blogger Nasional🙂

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 31, 2019.

4 Tanggapan to “Hari Blogger Nasional, Kualitas vs Kuantitas”

  1. Saya juga sangat antusias, ke depan, kegiatan bloging akan tetap eksis dan mewarnai dunia tulis menulis, penerbitan bahkan pendiidkan kita di Indonesia.

    Tulisan yang menarik, sangat !

  2. selamat hari blogger nasional juga mba….saya sendiri masih setia dengan tulisan organik

Tinggalkan Balasan ke Ayu Frani Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: