Samsudin dan Tiga Anaknya

Samsudin
Aku jarang cerita tentang Samsudin. Ia dulunya kucing kolong yang sekarang naik kelas menjadi kucing kelon. Sekarang Samsudin sudah punya tiga anak.

Kisah Samsudin jadi kucing kami cukup menarik. Ia diselamatkan oleh pasangan ketika ia dikejar kucing-kucing berandalan. Ia berteriak ketakutan. Suaranya seperti kucing yang terdesak dan sekarat. Rupanya kucing-kucing berandal itu menyudutkannya hingga di talang air.

Saat itu mulai gerimis. Si anak kucing itu bersembunyi di talang air. Di dekatnya kucing gerandong. Bila hujan turun deras maka ia bisa terhempas oleh air dari talang.

Singkat kata anak kucing itu diselamatkan. Ia sungguh kotor dan kurus.

Lambat laun si anak kucing mulai lebih bersih. Tapi kucing-kucing lain nampaknya belum nerima dia. Si Mungil dan induk si Mungil yang paling kasar ke dirinya. Keduanya suka menakut-nakutinya. Kadang memukulnya saat makan bersama. Alhasil si Samsudin suka sembunyi di kolong sofa dan kolong lemari.

Ia terbiasa jadi kucing kolong. Hidup bersembunyi. Ia suka menyelinap masuk ke kamar lalu tiba-tiba sudah tidur di atas perutku. Aku kesal.

Samsudin meski tubuhnya sudah bersih dan beberapa kali kumandikan tetap bau. Entah kenapa.

Karena ia sering diserang kucing saat malam hari, baik kucing berandal di luar maupun oleh Mungil maka Samsudin kumasukkan kandang. Pagi-pagi kandangnya kubuka.

Hingga suatu ketika Samsudin mulai beranjak dewasa. Usianya delapan bulanan. Ia mulai nampak bersih dan cantik. Ia juga tak lagi bau. Ia beberapa kali kumandikan dan ia tak banyak berontak.

Karena ada anak si Mungil si Pang Pong dan Opal juga kemudian anak-anak Cindil, maka Samsudin pun bebas kandang. Eh kemudian ia malah hamil sebelum waktunya dan melahirkan tiga anak kucing. 

Kini Mungil jarang pulang. Jadinya Samsudin tak lagi sembunyi di kolong. Ia masih suka menyelinap ke kamar dan minta dielus-elus atau kadang-kadang duduk di pangkuan. Ia jadi kucing yang manja, membuat Cindil kesal.

Samsudin

Usia Samsudin kini setahun. Beda 7-8 bulan dengan Cindil. Sekilas mereka mirip, dominan putih dengan akses krem dan hitam. Namun Samsudin ekornya bundel. 

Kenapa namanya Samsudin? Hahaha tak sengaja. Ini gara-gara aku cari ide nama eh kemudian lihat komik keponakan yang ia menggunakan nama Samsudin untuk nama tokoh perempuannya. Ya Samsudin itu kucing perempuan. Panggilan manisnya Sam.

Petugas dari dinas hewan tertawa geli ketika Samsudin divaksin. Ia tertawa melihat ada kucing bernama Samsudin, apalagi kucingnya betina hahaha.

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 19, 2021.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: