Lukisan dan Foto Jadul Batavia di Museum Betawi

Lukisan Penari Topeng Di Museum Betawi yang terletak di kompleks Setu Babakan ada beberapa lukisan dan dua potret jadul yang menarik perhatian. Yang pertama ada lukisan berjudul Penari Topeng dengan warni-warni cerah kuning, merah, hijau, khas Betawi.

Tari Topeng bisa ditemui di beberapa tempat di Nusantara. Fungsi Topeng saat digunakan menari memang erat kaitannya dengan ritual dan hal yang bersifat magis, meski kemudian fungsinya berkembang sebagai media hiburan.

Tari Topeng Betawi dulu punya fungsi untuk penolak bala. Jenis dan bentuk topengnya jika diperhatikan berbeda dengan topeng dari Malang dan berbagai daerah lainnya . Dari laman kampung budaya Betawi, rupanya ada berbagai jenis Tari Topeng Betawi, ada Tari Topeng Tunggal, Enjot-enjotan, Ronggeng Topeng, dan Lipet Gandes.

Lukisan yang bersebelahan dengan Penari Topeng adalah lukisan berjudul Museum Sejarah Jakarta yang juga disebut Museum Fatahillah. Lukisan ini memiliki warna yang hangat dan romantis seperti lukisan di sebelahnya. Jika diperhatikan area sekitarnya berbeda dengan kondisi museum masa kini, nampak lengang. Dulu museum ini adalah bangunan Balai Kota Batavia. Pilar-pilar dan desainnya nampak anggun dan klasik.

Lukisan Museum Sejarah Jakarta Kemudian ada lukisan tentang pedagang keliling dengan pikulan. Ia nampak sedang membakar sesuatu yang ditunggui para pembelinya. Ada ketupat bergelantungan, juga ada kendi. Si penjual dan pembeli mengenakan pakaian yang mirip dengan tutup kepala.

Lukisan pedagang jaman Batavia Selanjutnya ada lukisan Kali Besar Kota Tua dengan aktivitas manusia yang sedang ada di sana. Ada yang nampak memikul dagangan, naik delman, jual beli dan berjalan kaki. Warna sepia dan jalan tanah yang relatif lengang seperti menunjukkan Batavia era lampau.

Kali Besar Kota Tua Sementara itu di lantai satu ada dua potret kuno tentang perajin golok dan perajin ondel-ondel. Bentuk ondel-ondelnya agak berbeda dengan sekarang, nampak lebih seram. Disebutkan dulu ondel-ondelnya dianggap sebagai penolak bala, penjaga kampung, dan juga untuk keperluan upacara.

Sedangkan golok merupakan senjata khas warga Betawi. Mereka suka menyampirkannya di pinggang untuk alat pertahanan diri. Jenisnya dilansir dari laman Kikomunai, ada golok kerja, golok simpenan, dan golok sorenan. Selain golok, ada beberapa jenis senjata yang lazim digunakan suku Betawi seperti toya, trisula, keris, cundrik, pisau raut, belati, dan badik cangkingan.

Foto jalan dulu perajin golok dan ondel-ondelMenarik. Berbekal foto dan lukisan aku jadi ingin tahu lebih banyak. Sayangnya informasi koleksi di Museum Betawi begitu minum. Seharusnya perlu ditambahkan agar pengunjung juga lebuh mendapat tambahan ilmu dan wawasan.

Omong-omong aku lega bisa menulis lumayan panjang hari ini. Sudah agak lama aku mengalami kesulitan menulis, entahlah. Karenanya aku merasa gembira usai menulis ini meski membuatku harus tidur larut.

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 20, 2023.

Tinggalkan komentar