Bika Bakar
Usai ikutan lari santai di Taman Mini, aku merasa lapar. Ketika berjalan menuju tempat biasa menunggu kereta keliling ke pintu keluar ternyata berubah menjadi bazar makanan dadakan. Ada banyak jajanan nusantara dan camilan modern. Mataku tertuju ke bika bakar.
Bika Ambon sudah sering kusantap, tapi bika bakar belum pernah. Makanan ini berasal dari Minang. Harganya per buah lima ribu rupiah.
Mengobati rasa penasaran, aku menyantapnya. Teksturnya kasar dan agak padat, rasanya manis mengenyangkan, mengingatkanku pada kue moho di Malang.
Kue bika ini terbuat dari tepung beras, gula pasir, dan kelapa parut. Semua bahan dicampur hingga menyatu lalu dituangkan ke lembaran daun waru. Cara membakarnya jika dilihat di foto-foto di internet ternyata unik, yakni diletakkan di wajan tanah liat dengan di sekelilingnya bara api. Tapi entah di lapak ini kulihat pembakarnya seperti pembakar biasa.
Bentuknya menarik sih. Satu buah mengenyangkan dan membuatku haus. Setelah beristirahat sejenak, aku memutuskan berjalan kaki menuju pintu keluar, karena aku tak tahu letak lokasi menunggu keretanya. Sampai rumah aku kelelahan karena sudah lama tak lari kiloan. Zzz…
