Onde-onde dan Kenangan
Setiap sore kakek tua itu selalu berkeliling
Ia mengenakan topi baret yang membuatnya necis
Ia membawa sewadah jajanan yang dijualnya keliling
Onde-onde yang masih hangat dan manis
Dulu aku suka membelinya
Perbuahnya seratus rupiah
Onde-onde berukuran besar
Di dalamnya berisikan kacang hijau yang dilumatkan
Kulitnya yang terbuat dari tepung ketan
Bertabur wijen dan lunak
Bulatan isiannya besar
Ketika dikunyah manis dan sedap
Lambat laun kulitnya agak liat
Dalamnya agak kopong sehingga bisa diguncang
Rupanya menyusut isiannya
Juga menurun kualitasnya
Saat itu harga bahan pangan naik pesat
Pembeli onde-onde juga makin jarang
Kalah dengan jajanan lainnya
Si kakek tua masih tak patah arang
Hingga suatu ketika aku tak lagi menjumpainya
Kata ibu si kakek telah berpulang
Jika aku teringat masa kanak-kanak
Kuingat si kakek menjual onde-onde dengan topi baretnya
