Mengenalkan Makanan Nusantara Lewat Komik dalam Jajan Squad
Ada banyak cara mengenalkan dan mempromosikan makanan dan jajanan nusantara. Ada yang membuat artikel, video, film, ataupun lagu bertemakan kuliner. Selain itu ada pula yang memilih mengemasnya dalam bentuk komik yang ringan. Cara ini ditempuh Dito Satrio lewat Jajan Squad.
Komik ini bisa dibaca gratis di Webtoon. Totalnya ada 186 episode. Komik ini tayang sejak 31 Januari 2017 dan berakhir pada 27 Oktober 2020. Lumayan ya bertahan tiga tahun lebih. Kini kalian bisa membacanya setiap hari secara gratis dengan tiket harian.
Tokoh utama cerita ini ada Vidya, Jeno, dan Panca. Ketiganya doyan makan. Hingga suatu kali mereka merencanakan untuk membuat vlog tentang kuliner. Mereka hanya menggunakan hape untuk merekam makanan. Sesekali mereka membuat tayangan live.
Yang membuat komik ini menarik yang pertama adalah makanan yang dibahas. Rata-rata adalah makanan nusantara dan jajanan yang umum dijumpai sehari-hari. Ada nasi goreng, martabak, bakso, es dawet, bir plethok, bubur ayam, dan masih banyak lagi.
Selain menunjukkan gambar dan cara pembuatan, ada kalanya Dito menampilkan sesuatu yang lebih dalam menambah wawasan. Cerita yang bagiku menarik adalah seputar kerupuk dan lahang.
Kerupuk ini jadi menarik karena hampir setiap daerah punya kerupuk. Bahannya berbeda-beda. Cara membuatnya juga berbeda-beda. Ada yang dari beras, ada yang berbahan ikan, dan ada yang menggunakan terasi.
Selama ini kerupuk hanya digunakan sebagai makanan pendamping. Ia teman makan nasi atau sekadar buat camilan. Tapi bagaimana bila kerupuk suatu saat mendapatkan apresiasi lebih dan menjadi pemeran utama? Aneka kerupuk nusantara menurutku juga bagian yang penting untuk dilestarikan.
Bagian cerita berikutnya adalah pahang atau minuman dari siwalan alias buah lontar. Ada juga yang menyebutnya legen. Minuman ini manis dan ada aroma khasnya.
Dalam komik ini diceritakan proses pembuatan minuman legen yang tidak mudah. Setelah membaca cerita ini aku jadi lebih mengapresiasi penjual minuman legen.

Oh iya komik ini punya gaya bertutur yang ringan. Juga ada unsur romansanya sehingga pembaca kalangan muda jadi lebih tertarik. Bagian yang kusuka ketika ayah Jeno dan ayah Vidya bertengkar soal makanan hahaha itu kocak sih meski kadang-kadang jadi menyebalkan.
Gambar komiknya bagus. Makanan di sini jadi nampak lezat dan mengundang selera. Salut dan dua jempol buat pengarangnya.
Gambar milik Dito Satrio
