Nero Manis Ingin Nangis

Entah apa yang membuat Nero Manis alias Ipik-ipik kerap dirundung. Apakah ia terlalu manis, ataukah Pang dan Pong cemburu? Entahlah yang pasti si perundung Nero Manis masih ada. Si Pang masih suka menerornya. Sore ini ia diintimidasi hingga mau nangis.

Awalnya aku mencoba kembali menanam kebiasaan baik yakni membaca buku setiap hari minimal 30 menit. Tapi enak-enak sedang baca, dua makhluk berkumis pun menganggu konsentrasi. Awalnya ingin kubiarkan, eh lama-kelamaan makin kencang. Ancamannya serius.

Aku tahu siapa pelaku yang mengancam itu. Siapa lagi kalau bukan si Pang Pom Poko. Si Pang ini mirip dengan rumah, matanya agak sipit dan ia jenis kucing pemburu. Ia pernah mengintimidasi kelinci milik tetangga, hingga menyantroninya di dekat kandangnya.

Kulihat si Pang sedang memprovokasi Nero Manis. Alasannya untuk diajak latihan gulat. Kucing-kucing harus pandai berkelahi, itulah alasannya. Huuhuh si Pang ini nggak bisa tenang dan kalem. Padahal ia sudah disteril.

Si Nero Manis atau yang lebih akrab disapa Ipik-ipik sampai mau nangis. Ia nampaknya terintimidasi. Ia jenis kucing yang manis. Ia kucing cinta damai dan hanya suka bergaul dengan kucing-kucing betina yang manis.

Nero Manis dan Pang adalah dua kucing di rumah yang beda warna dan beda induk. Keduanya semacam paman dan keponakan. Pang anak si Mungil. Sedangkan Nero Manis anak dari Cindil, anak Mungil, beda bapak dengan Pang. Mereka masih satu saudara, Sama-sama berakar dari si Mungil dan si Nero. Kayaknya lain kali aku perlu buat silsilah kucing di rumah. 

Si Pang makin mengancam. Aku pun turun tangan. Melihatku sudah berada di dekatnya dan aku memberikan kode hendak menjewernya, tubuhnya pun menciut. Kupingnya mulai turun.

Nero Manis dan Pang

Pang pun kemudian memilih pura-pura tidur. Zzz… wajahnya dibuatnya jadi imut.

~ oleh dewipuspasari pada Februari 3, 2024.

Tinggalkan komentar