The Last Repair Shop, Musik yang Mengubah Hidup

The last repair shop Seorang anak perempuan hidupnya berubah ketika mulai mengenal alat musik. Ia langsung jatuh cinta dan giat berlatih. Musik mengubah hidupnya. Hal yang sama dialami seorang ibu single parent. Ia yang terbiasa membersihkan alat musik di sebuah toko, kemudian memberanikan diri untuk ikut seleksi tempat perbaikan alat musik. Ia berhasil. Sejak itu ia dengan tekun memperbaiki alat musik. Cerita tentang tempat perbaikan alat musik ini tersaji dalam film dokumenter berjudul The Last Repair Shop.

Dalam dokumenter berdurasi 39 menit ini pengaruh alat musik terhadap kehidupan seseorang dikisahkan oleh beberapa siswa. Ada yang awalnya pemalu jadi berani bergabung dengan kelompok musik di sekolahnya. Ada yang rajin berlatih bermain piano dan berani tampil memainkannya. Ada juga yang merasa tidak diperhatikan di rumah, mendapatkan kebahagiaan ketika memainkan alat musik.

Tapi bagaimana bila alat musik tersebut rusak? Alat musik tersebut rata-rata mahal. Tidak semua orang bisa membelinya. Alat-alat musik yang rusak tersebut kemudian dikirim ke sebuah gudang peralatan musik di mana ada empat teknisi yang ahli menanganinya. Tempat tersebut telah sejak tahun 1959 memperbaiki peralatan musik untuk Los Angeles Unified School District. Telah puluhan ribu alat musik pernah mereka perbaiki.

Dalam dokumenter yang dibesut oleh Ben Proudfoot dan Kris Bowers ini mereka melakukan wawancara kepada sejumlah siswa dan para teknisi. Keempat teknisi tempat perbaikan alat musik tersebut juga mahir dengan alat musik. Mereka dibagi berdasarkan empat jenis alat musik, brass, woodwind, string, dan piano. Keempatnya adalah Dana Atkinson, Paty Moreno, Duane Michaels, dan Steve Bagmanyan.

The last repair shop Keempat teknisi tersebut memiliki beragam latar belakang. Ada yang gay, ibu single parent yang pekerja keras, musisi yang tangkas, dan imigran yang ayahnya meninggal ketika terjadi kerusuhan rasial di negaranya. Mereka hidup dan mencintai alat musik.

Dokumenter ini banyak menggunakan wawancara dan juga memotret berbagai alat musik, ketika dimainkan dan juga ketika diperbaiki. Alat musik nampak sangat detail, jika salah satu bagian ada yang tidak pas, kendor, dan lainnya maka bisa mempengaruhi kualitas bunyi yang dihasilkan.

Bagian penutup dari film yang diproduksi Breakwater Studios ini adalah pertunjukan simfoni. Indah. Musik memang bisa mengubah dan memengaruhi kehidupan. Kalian bisa menonton dokumenter ini di Youtube saluran Los Angeles Times atau di Disney Plus.

The last repair shop Film dokumenter pendek ini berhasil meraih penghargaan Critics’s Choice. The Last Repair Shop akan bersaing di ajang Oscar dengan keempat nominasi lainnya yakni The Barber of Little Rock, Island in Between, The ABCs of Book Banning, dan Grandma & Grandma. Kita tunggu saja pengumumannya pada 11 Maret mendatang.

Gambar dari Disney Hotstar dan LA Times

~ oleh dewipuspasari pada Maret 7, 2024.

Tinggalkan komentar